by

Konyol….Aksi Damai Solidaritas Kampung Sebrang Jilid 2 Tak Satupun Anggota Dewan Dapil Hadir

SINTANG, MEDIA KALBAR

Tergabung dalam 5 Kelurahan Solidaritas Kampung Sebrang adakan Aksi Damai Solidaritas Kampung Sebrang. Aksi digelar di ujung jembatan Kapuas tepat pukul 10.00 wiba, pada Sabtu (28/10/2023). Sementara aksi berjalan akses jalan diportal sampai pada saat selesai aksi demo berjalan.

Dalam orasinya aksi solidaritas untuk pertamanya disampaikan oleh salah satu yang menyampaikan bahwa hari ini ada 3 momen besar, pertama hari ini Sumpah Pemuda, kedua hari terbentuknya Forum Komunikasi Kampung Sebrang, dan yang ketiga pada tanggal 28 Oktober 2022 masih ada tuntutan kami yang belum dilaksanakan.

Saat orasi disampaikan Ketua DPRD Sintang tidak hadir, sontak penyampai orasi langsung mengecam,” Apabila Ketua DPRD tidak hadir kita paksa jemput, bahkan sorakan dari para aksi sembari melontarkan kata Ketua DPRD lagi ngopi…jemput Roni sekarang kita tidak mau dibodoh-bodohi lagi kita sudah menderita,” ucap suara lantang sang orasi.

Tak berselang waktu lama Ketua DPRD Sintang Florensius Rony dan Wakil Ketua Heri Jambri hadir dalam orasi Aksi Damai tersebut. Namun sayang dalam pantauan awak media tak satupun Anggota Dewan Dapil yang hadir mendampingi Ketua. Disisi lain Hadir Bupati Sintang yang langsung didampingi Wakil Melkianus serta perangkat daerah lainnya.

Koordinator Aksi Damai Solidaritas Kampung Sebrang Jilid 2 Sas langsung menyampaikan orasi,” Ada orang Dewan kita panggil dia tidak menoleh, kita panggil pelan-pelan tidak menoleh juga, kita panggil dengan suara keras tidak menoleh juga, sekarang terpaksa kita lempar dengan batu kerikil inilah bliau yang hadir didepan kita.

” Saya akan menampilkan ini sambil tunjukan sebuah dokumen di tangan, tanggal 28 Oktober 2022 terjadi lagi pada hari ini juga, yang kami herankan di sana ada Masjid Jamik , ada Sultan Nata Muslim setiap mau jadi Pejabat datang ke sana mintak persetujuan setelah jadi lupa segalanya. Hanya Sintang saja jalan Keraton nya yang hancur, untuk itu kami minta segera jalan dihitamkan tidak ada alasan,” terang Sas dengan lantang.

Lebih lanjut Sas menerangkan dengan tegas,” Ini ada 3 yang bertanda tangan. Pak Melkianus, Paka Heri Jambri, dan Pak Murjani..Saya tanya dulu ini betul gak tanda tangan ini, betul ? Bagaimana dengan tanda tangan ini apa kami ini dibohong, kami sudah bosan dibohong. Hari ini jika tidak ada hitam di atas putih maka jalan tetap kami portal 7 x 24 jam.

Sebagaimana yang disampaikan ada 2 persoalan yang menjadi dasar tuntutan dalam aksi damai ini, yaitu jalan dan jembatan.

Terkait dengan Jembatan Sungai pembunuh Wakil Bupati Sintang Melkianus menjelaskan,” Ini sudah dianggarkan yang akan dikerjakan bulan November bulan depan.

Sas kembali menerangkan dengan tegas menyikapi dan menanggapi apa yang disampaikan,” Kami sangat mengapresiasi munculnya ketok palu itu pada saat kami kampung sebrang melakukan aksi damai, kenapa sebelum mengadakan aksi damai belum ada palu yang diketok..kami sangat apresiasi baru tadik malam ketok palu jadi ini kemana palunya selama 1 tahun ?.

Ungkapan Sas langsung dijawab serta dijabarkan Ketua DPRD Sintang Rony, ” Ini saya sampaikan, yang saya maksud aksi damai bapak-bapak tahun lalu itu tidak dibohong Bapak Wakil Bupati dan Bapak Wakil Ketua DPRD karena tahun ini tadik malam ketok persetujuan kami rapat pak, rapatnya sudah hampir 1 bulan pembahasan anggaran dan tentu prosesnya panjang dan diusulkan. Ini juga berkat aksi damai tahun lalulah rupanya anggaran tahun 2024 dapat dianggarkan itu yang saya maksud pak.

Koordinator Aksi Sas dengan lantang juga menjawab,” Oke terimakasih, dalam penyelesaian ini kami akan tunggu sampai bulan November, untuk itu kami Kampung Seberang mintak jaminan… Ada poin yang mau saya samapaikan kemarin ada pekerjaan diujung begitu kami melakukan aksi masuklah dari PU turun alat kami stop..Kepala PU bilang saya kampung seberang interpensi siapa yang interpensi, saya tegaskan saya tidak mau dibilang interpensi. (Martin)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed