JAKARTA, Media Kalbar – Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) menyatakan dukungan penuh kepada Kortastipidkor Mabes Polri untuk menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi penyediaan batu bara.
“Jangan lihat koruptor menari-nari di atas penderitaan rakyat. Semboyan ini membuat Polri tak boleh gentar dan takut untuk berantas korupsi,” tegas Ketua Umum DPP LAKI, Burhanudin Abdullah, SH di Kantor DPP LAKI Jakarta, Minggu (12/7/2026)
Apresiasi untuk Kortastipidkor
LAKI mengapresiasi keberanian Kortastipidkor Mabes Polri yang berani mengungkap kasus korupsi batu bara. Kasus ini dinilai bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung ke masyarakat.
“Karena penyediaan batu bara terjadi blackout dengan pemadaman di Sumatera dan wilayah lainnya di Indonesia,” ujar Burhanudin.
Kerugian Negara Diduga Lebih dari Rp1 Triliun
Menurut Burhanudin Abdullah, perbuatan dugaan korupsi ini sudah berlangsung sejak tahun 2018 sampai 2026 dan merugikan negara lebih dari Rp1 Triliun.
Perkaranya saat ini sudah pada tingkat penyidikan. LAKI mendesak penyidik segera menetapkan tersangka karena alat bukti sudah dikantongi penyidik.
Modus yang diduga dilakukan adalah memanipulasi dokumen dan mengubah spesifikasi mutu penyediaan dan pemenuhan kebutuhan batu bara pada setiap PLTD di Indonesia.
“LAKI minta Kortastipidkor tidak segan dan malu untuk menetapkan tersangka dan menahan jajaran PT OBP dan PT BRA serta pihak-pihak terkait yang ikut serta dalam perbuatan melawan hukum dan kejahatan berdasi ini,” tegasnya.
Komitmen Kawal Sampai Tuntas
LAKI dan publik menyatakan akan mengawal kasus ini sampai tuntas karena sudah menjadi perhatian masyarakat.
LAKI juga memberikan apresiasi kepada Kortastipidkor Mabes Polri yang saat ini gencar membasmi korupsi sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang fokus dan serius untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Kami akan mendukung program pemerintah dengan peningkatan pengawasan terhadap keuangan negara agar memperkecil potensi terjadinya tindak pidana korupsi melalui kolaborasi dan sinergisitas dengan lembaga lainnya, salah satunya menggandeng Ormas Pro Garda Indonesia Bersatu (Progib),” pungkas Burhanudin Abdullah. (Amad)








Comment