by

Lidik Krimsus RI Kalbar Desak APH Tindak Tegas Penimbun BBM Bersubsidi dan SPBU Nakal

PONTIANAK, Media Kalbar

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kalimantan Barat kian meresahkan. Kondisi ini memicu reaksi keras dari Ketua Lidik Krimsus RI Dewan Pimpinan Provinsi Kalimantan Barat, H. Badrut Tamam AQ, yang meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk serius melakukan penertiban.

Berdasarkan pantauan tim di lapangan, praktik pengisian BBM bersubsidi ke kendaraan dengan tangki modifikasi masih marak terjadi secara terang-terangan. Meski telah ramai diberitakan di media massa dan media sosial, aktivitas ilegal ini dinilai semakin merajalela. Tak hanya itu, pengisian yang menyalahi aturan ini dilakukan terang-terangan, sehingga memicu persepsi negatif masyarakat bahwa APH terkesan menutup mata.

H. Badrut Tamam mengungkapkan kekhawatirannya terkait ketahanan energi nasional. Ia menyoroti pernyataan Menteri ESDM mengenai stok BBM nasional yang hanya cukup untuk sekitar 25 hari di tengah konflik Timur Tengah. Mengingat pasokan juga bergantung pada suplai dari Singapura dan Malaysia, pengawasan ketat di tingkat daerah menjadi harga mati.

“Kami meminta APH benar-benar hadir di tengah masyarakat dan memberikan sanksi berat bagi para penimbun. Jika praktik ini dibiarkan, masyarakat kecil akan semakin sulit mendapatkan BBM, yang pada akhirnya berpotensi memicu lonjakan harga bahan pokok,” tegas H. Badrut.

Selain kepada aparat keamanan, ia juga mendesak pemerintah untuk lebih proaktif dalam mengawasi distribusi energi. H. Badrut meminta adanya regulasi yang lebih ketat bagi pengelola SPBU.

“Pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas. SPBU yang terbukti nakal dan sengaja bekerja sama dengan penimbun harus diberikan sanksi berat, bahkan hingga ancaman penutupan izin usaha,” pungkasnya.

“Sampai saat ini, kami menunggu bukti penegakan itu, kasian rakyat kecil. Masyarakat selalu berharap langkah nyata dari otoritas terkait agar distribusi BBM bersubsidi kembali tepat sasaran dan kelangkaan dapat segera teratasi,” ungkapnya. (*/Amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed