Mempawah, Media Kalbar
Ketua LSM Mempawah Berani, Maman Suratman, menilai kebijakan pembangunan kesehatan perlu diarahkan pada penguatan aspek hulu melalui pendekatan promotif dan preventif, bukan semata bertumpu pada perluasan layanan kuratif seperti pembangunan rumah sakit.
Menurut Maman, paradigma pembangunan kesehatan modern menempatkan determinan sosial kesehatan sebagai faktor utama yang memengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Ketersediaan air bersih, sanitasi layak, kualitas gizi, lingkungan hidup, pendidikan kesehatan, serta kondisi sosial ekonomi merupakan variabel mendasar yang menentukan tinggi rendahnya angka kesakitan.
“Rumah sakit adalah instrumen penting dalam sistem kesehatan, tetapi ia berada pada sisi hilir. Ketika pasien sudah membludak, itu menunjukkan mekanisme pencegahan di hulunya belum bekerja optimal,” ujar Maman, Kamis (12/2).
Ia menekankan bahwa investasi pada sektor pencegahan akan memberikan dampak jangka panjang berupa penurunan beban pembiayaan kesehatan, peningkatan produktivitas masyarakat, serta kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.
LSM MEMPAWAH BERANI memandang, tanpa intervensi serius pada akar persoalan seperti stunting, penyakit berbasis lingkungan, dan rendahnya literasi kesehatan, pembangunan fasilitas pengobatan berisiko menjadi solusi jangka pendek yang tidak menyelesaikan masalah struktural.
“Prinsip kesehatan masyarakat menegaskan bahwa mencegah selalu lebih efektif dan lebih efisien dibanding mengobati. Karena itu kebijakan anggaran perlu memberi porsi lebih besar pada penguatan hulu,” tambahnya.
Atas dasar itu, LSM Mempawah Berani mendorong pemerintah daerah maupun pusat melakukan evaluasi strategis terhadap arah pembangunan kesehatan, agar kebijakan yang diambil benar-benar meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (Amad)








Comment