Pontianak, Media Kalbar
Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Kalimantan Tengah Wilayah Kerja Kalimantan Barat menyelenggarakan Seminar Hak Asasi Manusia bertema “Peran Mahasiswa sebagai Aktor dalam Pemajuan HAM” pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Aula Kementerian Hukum Kalimantan Barat, Pontianak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan kapasitas dan edukasi publik di bidang Hak Asasi Manusia, dengan sasaran utama mahasiswa sebagai generasi intelektual dan agen perubahan di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Kalimantan Tengah Wilayah Kerja Kalimantan Barat, Kristiana Meinalita Samosir, dalam sambutannya menegaskan bahwa Hak Asasi Manusia merupakan hak yang melekat pada setiap insan sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Komitmen negara dalam penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM telah ditegaskan dalam konstitusi serta berbagai peraturan perundang-undangan.
Beliau menekankan bahwa mahasiswa memiliki daya kritis, semangat idealisme, dan kepedulian sosial yang tinggi sehingga berperan sebagai motor perubahan dalam sejarah bangsa. Oleh karena itu, penguatan kapasitas HAM bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan pembentukan kesadaran, sikap, dan tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Di era digital saat ini, mahasiswa diharapkan menjadi pelopor literasi digital yang beretika, tidak mudah terprovokasi ujaran kebencian, serta mampu menjadi agen moderasi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Farida Wahid, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Kalbar, serta Budi Hermawan Bangun, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura.
Dalam paparannya, Farida Wahid menjelaskan peran pemerintah dalam pelayanan hukum dan pemajuan HAM di daerah, termasuk pentingnya partisipasi aktif generasi muda dalam mendukung kebijakan berbasis HAM.
Sementara itu, Budi Hermawan Bangun menguraikan relasi antara pembangunan ekonomi dan pemenuhan hak ekonomi masyarakat, termasuk dinamika sektor industri seperti industri sawit, serta pentingnya prinsip keberlanjutan dan tata kelola berbasis HAM dalam pembangunan nasional.
Kegiatan juga dihadiri Ketua Umum KMKS, Azwar Abu Bakar, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa terkait implementasi HAM di daerah, kebebasan berekspresi dan etika digital, perlindungan hak masyarakat dalam pembangunan ekonomi, hingga peran mahasiswa dalam advokasi kebijakan berbasis HAM.
Melalui kegiatan ini, terbangun pemahaman yang lebih komprehensif di kalangan mahasiswa mengenai peran strategis mereka sebagai aktor pemajuan HAM. Kantor Wilayah Kementerian HAM Kalimantan Tengah Wilayah Kerja Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus melanjutkan program edukasi dan penguatan kapasitas HAM berbasis kampus serta mendorong kolaborasi berkelanjutan dengan perguruan tinggi di wilayah Kalimantan Barat.
Seminar ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam membangun kesadaran kolektif generasi muda agar nilai-nilai HAM tidak hanya menjadi wacana akademik, tetapi terimplementasi secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (*/Amad)











Comment