Sudut Pandang: Komitmen korporasi dalam memadukan produktivitas industri dan konservasi lingkungan bagi ketahanan ekologis dan ekonomi Kalimantan Barat.
PONTIANAK, Media Kalbar
Puncak perhelatan akbar Tribun Pontianak Awards (TPA) 2026 di Novotel Pontianak, Rabu (26/8/2026), menjadi saksi atas apresiasi kolektif terhadap instansi pemerintah dan swasta yang terbukti menggerakkan kemajuan daerah. Di antara jajaran korporasi strategis yang mendapat sorotan, PT Mayawana Persada perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang turut berpartisipasi dalam perayaan HUT ke-18 Tribun Pontianak ini sukses menorehkan pencapaian membangkitkan optimisme regional.
Mengusung tema besar “Kolaborasi Kalbar Tangguh”, ajang ini menegaskan bahwa ketahanan wilayah hanya dapat dicapai melalui sinergi lintas sektor yang solid. Menanggapi penganugerahan bergengsi tersebut, Direktur PT Mayawana Persada, Iwan Budiman, menyampaikan apresiasi mendalam dan menegaskan komitmen dasar perusahaan langsung dari atas panggung.
“Terima kasih pada Tribun Pontianak telah memberikan penghargaan kepada kami, selaku sektor swasta, komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi maksimal kedepannya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, masyarakat sekitar, dan lingkungan di lokasi usaha kami. Penghargaan ini menjadi spirit baru bagi kami, untuk tetap memberikan terbaik dan kontribusi yang objektif bagi pembangunan daerah Kalimantan Barat,” ujar Iwan Budiman di hadapan para kepala daerah dan pimpinan pemangku kepentingan se-Kalimantan Barat.
Pernyataan tersebut menandai titik dari sebuah visi korporasi yang kedepannya. Dalam lanskap industri kehutanan modern, tantangan global menuntut pergeseran paradigma dari model ekstraktif konvensional menuju kerangka kerja ekologis yang berlandaskan sains.
Manajemen PT Mayawana Persada menegaskan bahwa perusahaan secara konsisten mengintegrasikan ilmu silvikultur mutakhir dengan mitigasi perubahan iklim berbasis lanskap, memastikan setiap siklus produksi berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan.
Lebih jauh, manajemen menambahkan bahwa objektivitas kontribusi industri HTI di masa depan harus diukur melalui ketahanan ekosistem jangka panjang.
“Dalam ekosistem ekonomi modern, batas antara produktivitas korporasi dan konservasi ekologis tidak boleh dipisahkan. Visi kami kedepan adalah menerapkan model silvikultur dan mitigasi karbon berbasis data. Kami ingin membuktikan bahwa HTI dapat berfungsi ganda: sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi regional sekaligus keberlangsungan lingkungan bagi masa depan Kalimantan Barat,” jelas Iwan, saat diwawancarai sela perlehatan.
Melalui pendekatan ini, PT Mayawana Persada bertekad menerjemahkan momentum TPA 2026 sebagai komitmen untuk terus merawat keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi makro dan integritas ekologis di Kalimantan Barat. (*/Amad)











Comment