PONTIANAK, Media Kalbar
Satria Pembela Melayu (SPM) memperingati Milad ke-9 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (8/8/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menjaga marwah dan kelestarian adat dan budaya Melayu di Kalimantan Barat.

Milad ke-9 SPM dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, serta perwakilan pemerintah daerah. Di antaranya Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Sultan Pontianak ke-IX Sultan Syarif Melvin Alkadrie, Wali Kota Pontianak yang diwakili Kesbangpol Kota Pontianak, Ketua Persatuan Orang Melayu (POM) Agus Setiadi, serta Panglima Besar SPM Dato’ Awaludin bin M. Tayeb.
Dalam kesempatan tersebut, Dato’ Awaludin mengatakan perjalanan sembilan tahun SPM bukanlah waktu yang singkat. Selama perjalanan itu, organisasi telah melalui berbagai proses yang diwarnai kebersamaan, perjuangan, pengabdian, serta upaya menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
“Sembilan tahun bukanlah waktu yang singkat. Sembilan tahun perjalanan Satria Pembela Melayu telah diisi dengan kebersamaan, perjuangan, pengabdian, dan upaya untuk menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujar Dato’ Awaludin.
Menurutnya, Milad ke-9 SPM hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai peringatan bertambahnya usia organisasi. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
“Saya berharap Milad SPM ke-9 ini bukan hanya sebagai peringatan bertambahnya usia organisasi. Jadikanlah sebagai momentum untuk menyatukan hati, mempererat silaturahmi, dan menyatukan langkah dalam keberagaman etnis dan suku,” katanya.
Dato’ Awaludin menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Kalimantan Barat merupakan kekuatan yang harus terus dirawat bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan sekaligus melestarikan adat dan budaya Melayu agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
“Mari kita bersama-sama menjaga persatuan serta melestarikan warisan adat dan budaya Melayu bagi generasi ke depan. Jangan sampai nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para leluhur hilang di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.
Selain menjaga budaya, Dato’ Awaludin berharap Milad ke-9 ini dapat semakin memperkuat soliditas internal SPM. Ia juga mendorong organisasi agar terus meningkatkan kontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Peringatan Milad ke-9 SPM di Pendopo Gubernur Kalbar sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi berbagai elemen masyarakat. Semangat kebersamaan dan persatuan diharapkan terus menjadi landasan dalam menjaga keharmonisan masyarakat Kalimantan Barat yang dikenal dengan keberagaman suku, agama, dan budaya.
Dengan bertambahnya usia organisasi, SPM diharapkan semakin konsisten menjalankan peran sosial dan budaya serta menjadi bagian dari upaya menjaga marwah, adat, dan budaya Melayu di Kalimantan Barat. (dian)








Comment