by

PalmCo Pimpin Kinerja PTPN Group 2025, Bertumpu pada Integritas dan Disiplin Operasional

Jakarta, Media Kalbar

Transformasi yang dijalankan PTPN Group menuju perusahaan agribisnis berbasis teknologi dan digitalisasi mulai menunjukkan hasil konkret. Sepanjang 2025, PTPN IV PalmCo, sabagai salah satu sub holding PTPN III (Persero) tampil sebagai entitas dengan pertumbuhan tercepat sekaligus mencatatkan kinerja terbaik di antara seluruh anak usaha PTPN Group.

Capaian tersebut mengemuka dalam pemaparan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 Holding Perkebunan PTPN III (Persero) di bawah naungan Danantara Indonesia. Dalam forum tersebut, Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna secara khusus menyoroti performa PalmCo dan meminta Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa memaparkan faktor kunci di balik akselerasi kinerja perusahaan.

Menurut Jatmiko, lonjakan kinerja PalmCo tidak lahir dari strategi yang rumit, melainkan dari penguatan prinsip-prinsip dasar yang dijalankan secara konsisten di seluruh lini organisasi.

“Kuncinya justru kembali ke hal-hal fundamental. Sejak awal saya hanya menekankan tiga prinsip sederhana kepada seluruh jajaran,” ujar Jatmiko.

Tiga prinsip tersebut adalah menjunjung tinggi kejujuran dan integritas, kepatuhan penuh terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta menempatkan prestasi sebagai substansi utama di atas prestise.

Budaya Integritas sebagai Fondasi
Jatmiko menuturkan, fokus awal kepemimpinannya adalah membangun kultur keterbukaan dan komunikasi yang jujur, terutama di tingkat operasional. Dalam bisnis perkebunan yang padat karya, kualitas data lapangan menjadi fondasi utama bagi pengambilan keputusan manajerial.

“Kita harus berpijak pada data yang riil. Saya minta kondisi di lapangan dilaporkan apa adanya. Dari situ kita bisa merumuskan solusi yang tepat sasaran,” katanya.

Ia menegaskan, tantangan industri perkebunan bukan sekadar menghasilkan angka produksi yang tinggi, melainkan memastikan setiap capaian benar-benar memberi nilai tambah bagi perusahaan. Orientasi PalmCo pun digeser ke arah profitabilitas yang berkelanjutan.

“Kita tidak lagi mengejar tampilan yang bagus secara administrasi, tetapi kesehatan dan keuntungan perusahaan secara nyata,” ujarnya.

Kembali ke Khittah Perkebunan
Penerapan prinsip tersebut tercermin dalam disiplin operasional di kebun. Manajemen PalmCo menekankan penerapan _Best Management Practices_ secara konsisten, salah satunya melalui pengendalian ketat terhadap standar matang panen.

Perusahaan memastikan tandan buah segar dipanen pada tingkat kematangan optimal untuk memperoleh rendemen minyak sawit (CPO) yang maksimal. Pendekatan ini menandai pergeseran dari sekadar mengejar volume produksi menuju optimalisasi kualitas dan margin.

“Kita ingin setiap kilogram buah menghasilkan output CPO terbaik. Ini soal efisiensi dan daya saing,” kata Jatmiko.

Selain itu, disiplin anggaran diperketat dengan pendekatan cost effectiveness. Setiap pengeluaran diukur dampaknya terhadap laba per hektare, sehingga budaya efisiensi tertanam hingga ke level operasional.

Organisasi Lincah dan Kolaboratif
Dalam struktur pascakonsolidasi PTPN Group, PalmCo juga menata ulang pola kerja organisasi. Sekat-sekat antarunit didorong untuk dihilangkan agar perusahaan bergerak lebih lincah dan solid.

“Kinerja individu penting, tetapi kolaborasi tim jauh lebih menentukan. Tidak ada ego sektoral. Semua unit harus bergerak sebagai satu kesatuan,” ujar Jatmiko.

Pendekatan ini dinilai krusial untuk menghadapi dinamika industri sawit global yang kian kompetitif dan menuntut kecepatan respons.

Meski mencatatkan kinerja terbaik pada 2025, Jatmiko menegaskan capaian tersebut bukanlah tujuan akhir.

“Prestasi itu pijakan, bukan garis akhir. Kalau kita bekerja dengan benar dan menghasilkan nilai, reputasi akan mengikuti,” katanya.

Sejalan dengan Arah Transformasi PTPN Group
Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna menilai strategi PalmCo sejalan dengan arah besar transformasi PTPN Group menuju *world-class smart agri company*. Transformasi ini bertumpu pada penguatan sumber daya manusia unggul atau *EntrePlanters*, produktivitas, efisiensi, serta kecepatan eksekusi.

“Produktivitas dan efisiensi adalah pilar utama. Namun, kecepatan pengambilan keputusan menjadi pembeda. Apa yang dilakukan PalmCo menunjukkan bahwa penguatan fundamental yang dibarengi kecepatan eksekusi dapat menghasilkan lompatan kinerja,” ujar Denaldy.

Kinerja PalmCo pada 2025 pun dipandang sebagai contoh bagaimana transformasi struktural dan kultural di tubuh PTPN Group mulai berbuah hasil nyata. (Mbis/MK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed