Sbas, Media Kalbar — Pewaris tahta Kesultanan Alwatzikoebillah Sambas, Pangeran Ratu Dr.Raden Muhammad Tarhan, S.Pd., M.E. , melaksanakan ziarah ke makam 14 Sultan Sambas dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Sambas ke-395 Tahun.
Ziarah tersebut menjadi bagian dari napak tilas sejarah Kesultanan Sambas, sekaligus bentuk penghormatan terhadap jasa para Sultan yang telah membangun dasar peradaban, pemerintahan, dan identitas budaya Sambas.
Dalam kegiatan itu, Pangeran Ratu Dr.Raden Muhammad Tarhan, S.Pd., M.E. , bersama kerabat Kesultanan Sambas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat membacakan doa serta tahlil di kompleks makam para Sultan Sambas.
Pangeran Ratu Dr.Raden Muhammad Tarhan, S.Pd., M.E. , menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum untuk mengingat kembali perjalanan panjang Sambas sebagai daerah yang memiliki akar sejarah kuat.
“Ziarah ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para Sultan Sambas yang telah berjasa membangun negeri ini. Dari sejarah inilah kita belajar tentang nilai kepemimpinan, persatuan, dan tanggung jawab menjaga marwah Sambas,” ujarnya.
Menurutnya, Hari Jadi Kota Sambas ke-395 Tahun harus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak boleh terlepas dari nilai sejarah, adat, agama, dan budaya.
Ia menilai, Sambas memiliki modal besar sebagai daerah bersejarah di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Karena itu, warisan Kesultanan Sambas harus terus dirawat sebagai kekuatan identitas daerah sekaligus potensi pengembangan wisata sejarah dan budaya.
“Generasi muda Sambas harus mengenal sejarahnya. Karena bangsa dan daerah yang besar adalah daerah yang tidak melupakan jasa para pendahulunya, dan bebanggalah menjadi orang sambas” katanya.
Ziarah ke makam 14 Sultan Sambas juga menjadi simbol kesinambungan antara sejarah masa lalu dan arah pembangunan Sambas ke depan.
Nilai-nilai perjuangan, keislaman, dan kebudayaan yang diwariskan para Sultan diharapkan tetap menjadi fondasi dalam membangun daerah yang maju, beradab, dan bermartabat.
Momentum peringatan Hari Jadi Kota Sambas tahun 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat persatuan masyarakat, menjaga warisan sejarah, serta meneguhkan Sambas sebagai salah satu pusat peradaban Melayu Islam di Kalimantan Barat.(Rai)








Comment