Pontianak, Media Kalbar
Robohnya Plafon SMK Negeri 1 Mempawah Hilir yang berulang hingga empat kali terus menimbulkan pertanyaan berbagai pihak, giliran Ketua Lembaga Pengkajian dan Evaluasi Regulasi Kebijakan Publik Strategis dan Inklusif (PERSEPSI) Kalbar, Agus Setiadi.
“Kami selaku masyarakat sangat menyayangkan kejadian ambruknya plafond salah satu ruangan di SMKN Mempawah, terlebih ini sudah kejadian kesekian kalinya,” ujarnya via sambungan WhatsApp, Sabtu (31/5/2025)
Kejadian ini menurut dia mengindikasikan ada problem pada teknis saat melakukan kerjaan.
“Karena kejadian berulang maka kami mensinyalir ada problem disaat pelaksanaan. Oleh karena itu kami meminta atensi dari aparat penegak hukum (APH),” desak Agus.
Selain itu dirinya juga mendesak agar Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar bergerak cepat, dengan mengambil langkah agar robohnya plafon tidak terulang.
“Kami desak Dinas Pendidikan Provinsi bergerak dan ambil langkah agar kejadian seperti ini tidak terulang,” imbuhnya
Bahkan tegas pria yang juga asal Kabupaten Mempawah ini meminta instansi terkait memberikan sanksi tegas kepada kontraktor pelaksana.
“Sudah saatnya dinas memberikan sanksi tegas kepada kontraktor. Kami hanya ingin agar kualitas bangunan diutamakan. Kontraktor jangan cuma nyari untung sebanyak-banyaknya, sehingga kualitas kontruksi dikesampingkan,” tegas Agus. (*/Amad)








Comment