by

Proyek Turap Penahan Tebing Ratusan Miliar Di Desa Sungai Uluk Kecamatan Putussibau Selatan Ambruk Dan Gagal Total, KPK Diminta Turun Tanggan

KAPUAS HULU , MEDIA KALBAR

Kondisi proyek pembangunan turap penahan Tebing yang berlokasi di Desa Sungai Uluk Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat menuai kritikan serta
pertanyaan masyarakat.

Foto : Proyek Turap Penahan Tebing Di Desa Sungai Uluk Kecamatan Putussibau Selatan Ambruk dan Gagal Total.

Karena proyek pembangunan turap penahan Tebing itu menghabiskan anggaran APBN yang mencapai 200 miliaran rupiah itu dinilai publik gagal total

Turap yang dibangun dengan tujuan memperkuat tebing sungai justru roboh dalam waktu singkat. Warga sekitar menilai kualitas pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, baik dari sisi teknis maupun penggunaan material.

“Proyek ini proyek sangat mudah roboh, terkesan asal jadi dan hanya menguntungkan segelintir orang saja,” ungkap seorang nara sumber yang enggan disebutkan namanya.

Proyek tersebut berada di bawah kewenangan Balai Sungai Wilayah Kalimantan I. Namun hingga berita ini diterbitkan, pejabat terkait selaku Satker maupun PPK belum memberikan klarifikasi meski sudah berulang kali didatangi dan disurati awak media.

Kerusakan terjadi di lokasi proyek turap di Desa Sungai Uluk Putussibau Selatan

Berdasarkan keterangan nara sumber lagi, bahwa pekerjaan ini sudah berlangsung berulang kali 2016 – 2024. “Setidaknya sudah empat kali dikerjakan dan berarti empat kali juga dianggarkan. Kalau dihitung, totalnya lebih mencapai sekitar Rp200 miliar,” ucapnya

Sementara menurut masyarakat disekitar mengatakan, lokasi proyek itu sebenarnya dibangun bukan di kawasan padat penduduk dan tidak bersifat mendesak, tetapi kami menilai proyek itu sebagai katagori proyek ambisius untuk meraup keuntungan segelintir orang saja dari APBN itu yang mencapai lebih kurang 200 miliar

“Banyak wilayah lain di Putussibau maupun Kabupaten Kapuas Hulu yang dinilai lebih membutuhkan penguatan tebing untuk melindungi pemukiman Masyarakat. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa proyek terkesan dipaksakan,” kata nara sumber

Hingga kini, kontraktor pelaksana, konsultan, maupun metode teknis yang digunakan dalam proyek itu terus dikerjakan seperti nya ada persekongkolan dan monopoli kegiatan tersebut ungkap narasumber lagi

Masyarakat mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun tangan menginvestigasi serta memeriksa lokasi proyek serta aliran anggaran yang bersumber dari APBN dinilai telah sia-siakan terkait proyek turap ini

Praktisi Hukum Yayat Darmawi, SE,SH,MH Koordinator Lembaga Tim Investigasi Dan Analisis Korupsi yuridisnya pada awak media ini mengatakan, bahwa belum tersentuhnya secara yuridis permasalahan proyek turap penahan tebing yang gagal total dilokasi Desa Jaras kabupaten Kapuas Hulu yang menggunakan anggaran Negara lebih kurang Ratusan Miliar.
Dinilai kasus proyek ini sampai saat ini terlihat disepelekan oleh Aparat penegak hukum di Kalimantan Barat, “dan berharap KPK bisa langsung untuk menangani kasus proyek turap penahan tebing ini” ,pungkas Yayat(MK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed