Bogor, Media Kalbar – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), anak usaha Holding Perkebunan Nusantara menyelenggarakan Workshop Rekomendasi Pemupukan dan Agroklimat Komoditas Perkebunan pada 25–26 Juni 2026 di Kantor Direksi PT RPN, Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kapasitas peneliti, mendorong kolaborasi riset lintas Pusat Penelitian, serta mempererat sinergi dengan institusi penelitian dan perguruan tinggi.
Workshop ini diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan rekomendasi pemupukan yang berbasis data, adaptif terhadap perubahan iklim, dan mampu mendukung produktivitas perkebunan secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur PT RPN, Dr. Iman Yani Harahap beserta jajaran, para peneliti PT RPN, serta akademisi dan peneliti dari berbagai institusi mitra, yaitu Prof. Ts. Dr. Siti Khairunniza Bejo dan Prof. Ts. Dr. Wong Mui Yun dari Universiti Putra Malaysia (UPM), Prof. (Ris.) Ir. Didiek Hadjar Goenadi, M.Sc., Ph.D., Dr. Syiful Anwar, dan Dr. Idung Risdiyanto dari IPB University, serta Dr. Ismail Maskromo dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kehadiran para akademisi dan peneliti senior tersebut memperkaya diskusi sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi riset PT RPN dengan institusi nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Direktur PT RPN menegaskan bahwa penyusunan rekomendasi pemupukan tidak lagi dapat dilakukan hanya berdasarkan pengalaman, tetapi harus mengintegrasikan pendekatan ilmiah, perkembangan teknologi, serta analisis agroklimat yang komprehensif.
“Pemupukan bukan lagi sekadar memberikan unsur hara kepada tanaman, tetapi telah menjadi intervensi agronomis yang kompleks yang memadukan ilmu tanah, fisiologi tanaman, dan agroklimat untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih presisi dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh paparan mengenai perkembangan penelitian dari Kelompok Peneliti Ilmu Tanah dan Agronomi di masing-masing Pusat Penelitian. Narasumber dari UPM, IPB University, dan BRIN turut menyampaikan berbagai materi mengenai inovasi teknologi pemupukan, pengelolaan kesuburan tanah, pemanfaatan agroklimat dalam sistem perkebunan, hingga peluang pengembangan riset kolaboratif untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sektor perkebunan.
Melalui kegiatan ini, PT RPN menargetkan peningkatan kompetensi peneliti di bidang rekomendasi pemupukan dan agroklimat, sekaligus memperkuat komunikasi ilmiah antarpeneliti lintas Pusat Penelitian. Workshop ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas dengan berbagai institusi mitra guna menghasilkan inovasi dan teknologi yang memberikan nilai tambah bagi industri perkebunan nasional. (Mbis/MK)











Comment