by

PTPN IV Regional V Menerima Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Landak

Pontianak, Media Kalbar

PTPN IV Regional V menerima kunjungan kerja Komisi I dan Komisi II DPRD Kabupaten Landak pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Utama Region Office PTPN IV Regional V, Pontianak. Rombongan DPRD disambut langsung oleh Operation Head I, Ihsan, bersama Operation Head II, Dedy Gurning, serta jajaran manajemen dalam suasana hangat.

Pertemuan berlangsung dalam suasana yang cair, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan. Agenda utama yang dibahas adalah rencana pengembangan Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi yang direncanakan berlokasi di Ngabang, Kabupaten Landak.

Program tersebut diproyeksikan menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sistem produksi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dalam paparannya, Ihsan menyampaikan gambaran umum operasional perusahaan sekaligus menjelaskan transformasi besar yang terjadi di tubuh perusahaan. Ia memaparkan bahwa PTPN XIII resmi bergabung ke dalam PTPN IV sebagai bagian dari pembentukan Sub Holding PalmCo pada akhir tahun 2023.

Langkah strategis tersebut menjadikan PTPN XIII bertransformasi menjadi Regional V PTPN IV (PalmCo), dengan tujuan memperkuat struktur bisnis, meningkatkan produktivitas kelapa sawit, serta mendorong hilirisasi industri minyak goreng nasional agar lebih terintegrasi dan berdaya saing.

Lebih lanjut, Ihsan menegaskan komitmen PTPN IV Regional V dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa perusahaan siap menjalankan berbagai penugasan pemerintah, termasuk membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan industri perunggasan terintegrasi di Indonesia sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.

Dalam konteks tersebut, PTPN IV Regional V juga menyiapkan pemanfaatan areal perusahaan yang berada di Kebun Ngabang, Kalimantan Barat, sebagai lokasi pengembangan program hilirisasi industri ayam. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

“Kami melihat program hilirisasi industri ayam ini sebagai peluang besar untuk menciptakan sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Dengan pengelolaan yang efisien, program ini tidak hanya menjaga stabilitas harga daging dan telur, tetapi juga meningkatkan nilai tambah, memperkuat kesejahteraan peternak rakyat, dan yang paling penting membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujar Ihsan.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan. “Kami berkomitmen memastikan kehadiran perusahaan memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik melalui penyerapan tenaga kerja lokal, pemberdayaan masyarakat, maupun program sosial yang berkelanjutan,” tambahnya.

Selain membahas rencana hilirisasi industri ayam, pertemuan juga menyoroti perjalanan panjang sinergi antara PTPN IV, Pemerintah Kabupaten Landak, dan masyarakat Landak dalam pengembangan komoditas kelapa sawit sejak dekade 1980-an.

Kolaborasi yang telah terjalin selama puluhan tahun tersebut dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah, membuka lapangan kerja, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

DPRD menegaskan bahwa sinergi yang telah terbangun hendaknya terus dijaga dan diperkuat. Apabila masih terdapat hal-hal yang perlu dibenahi, diharapkan dapat segera diperbaiki melalui komunikasi dan koordinasi yang konstruktif.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Landak, Minaditana, menyampaikan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kesiapan dan rencana pelaksanaan program di Kabupaten Landak. Ia menegaskan bahwa DPRD mendukung investasi yang masuk, namun berharap proses pembangunannya tetap mengedepankan kearifan lokal, melibatkan masyarakat sekitar, serta memberi prioritas kepada tenaga kerja setempat. Menurutnya, dukungan Dewan akan diberikan sepanjang program tersebut berjalan baik dan memberi manfaat nyata bagi daerah.

“Kami berharap pembangunan industri hilirisasi ayam ini benar-benar membuka peluang bagi masyarakat lokal, terutama dalam penyerapan tenaga kerja. Dengan begitu, manfaatnya dapat langsung dirasakan warga dan turut menekan angka pengangguran di Kabupaten Landak. Kami juga meminta agar lokasi yang telah disurvei tidak berubah atau dialihkan ke tempat lain, karena isu di tengah masyarakat sudah berkembang cukup luas,” ujarnya.

Dengan nilai investasi yang cukup besar, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah dan membuka lapangan kerja baru, tetapi juga memperkuat ketersediaan protein hewani bagi masyarakat. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional serta pelaksanaan program makan bergizi gratis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Berbagai masukan dan aspirasi disampaikan secara terbuka oleh anggota Dewan, khususnya terkait optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal, penguatan program pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan koordinasi dalam menyikapi isu-isu sosial di sekitar wilayah operasional. Tingkat pengangguran di Kabupaten Landak yang masih relatif tinggi menjadi perhatian bersama, sehingga pelibatan tenaga kerja lokal disepakati sebagai prioritas utama dalam pengembangan program.

PTPN IV Regional V bersama DPRD Kabupaten Landak berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi yang terbuka, saling mendukung, serta memperkuat sinergi secara berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkesinambungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kabupaten Landak. (Mbis/MK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed