by

Puluhan Toko Spare Part dan Bengkel Tutup Serentak di Kalbar, Warga Resah Ekonomi Lumpuh

Pontianak, Media Kalbar – Fenomena tutupnya puluhan toko spare part (suku cadang) dan bengkel mobil secara serentak di beberapa kabupaten di Kalbar yakni Singkawang, Mempawah (Pinyuh), Landak, Sanggau dan Sekadau, sudah 3 hari terakhir memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat.

Penutupan massal ini disinyalir dipicu oleh merebaknya kabar angin terkait bakal adanya razia berskala besar dari aparat pusat.

Dampak Ekonomi dan Logistik Terhantam

Dampak dari penutupan ini langsung menghantam roda perekonomian akar rumput. Sejumlah pengguna jalan dan angkutan logistik terlantar di jalan akibat kendaraan mogok tanpa kepastian spare part karena toko yang buka belum ada.

Kondisi paling memprihatinkan dialami oleh para petani dan armada pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Muatan hasil panen mereka terancam busuk di atas truk yang mogok di jalanan lantaran berhari-hari kesulitan mencari suku cadang dan bengkel yang buka.

Ketakutan Pedagang dan Isu Kriminalisasi

Salah satu pemilik toko suku cadang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, keputusan menutup usaha diambil semata-mata demi keselamatan dan rasa takut. Padahal, mereka mengaku telah beroperasi puluhan tahun tanpa pernah mengalami masalah hukum.

“Kami bukan tidak mau buka atau melayani masyarakat. Tapi informasi razia dari pusat ini membuat kami takut dan merasa terancam. Padahal kami ini pedagang resmi, bayar pajak, dan mengikuti aturan,” ujarnya.

Kondisi ini menyisakan tanda tanya besar. Jika memang suku cadang yang beredar dianggap tidak memenuhi standar atau ilegal, masyarakat mempertanyakan mengapa barang-barang tersebut bisa lolos dari pengawasan ketat aparat penegak hukum dan Bea Cukai di pelabuhan utama sebelum masuk ke daerah.

“Apakah barang bisa keluar pelabuhan jika pajak dan bea masuknya tidak dibayar? Kami juga rutin membayar Pajak Penghasilan (PPh) dan pajak daerah lainnya. Kenapa sekarang pedagang kecil dan menengah seolah mau dikriminalisasi?” tegas seorang pelaku usaha.

Ancaman Konflik Sosial

Tutupnya toko spare part juga memicu gesekan baru di lapangan. Beberapa warga dan sopir yang frustrasi sempat meluapkan kemarahannya dan mengancam akan menggelar aksi demonstrasi hingga mendobrak toko-toko yang tutup. Padahal, para pemilik toko berada dalam posisi serba salah karena berada di bawah bayang-bayang ketakutan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa adanya klarifikasi dan jaminan keamanan dari pihak berwenang, kelumpuhan sektor transportasi dan hancurnya rantai pasok ekonomi masyarakat daerah hanya tinggal menunggu waktu.

Pihak media dan publik kini mendesak aparat terkait untuk segera turun tangan memberikan penjelasan transparan demi meredam keresahan masyarakat. (*/Amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed