Sambas, Media Kalbar – Pemerintah Kabupaten Sambas menggelar rapat koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Bupati Sambas, dipimpin langsung oleh Bupati Sambas, H. Satono. Rapat ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh pihak menjelang pelaksanaan lanjutan program pada 31 Maret mendatang.
Dalam arahannya, Bupati Satono yang juga Ketua Satgas MBG Kabupaten Sambas menekankan pentingnya sinergi semua unsur yang terlibat, mulai dari Badan Gizi Nasional (BGN), mitra dapur, hingga tenaga pendukung di lapangan.
“Program ini seperti orkestra. Semua instrumen harus dimainkan bersama. Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.Jumat(27/3/2026)
Ia menyampaikan bahwa dari total 55 dapur MBG yang direncanakan, kesiapan masih perlu dimaksimalkan. Bupati juga mengingatkan pentingnya pemenuhan standar operasional, seperti kelayakan dapur, peralatan, kendaraan distribusi, penggunaan gas non-subsidi, hingga pengelolaan limbah (IPAL).
“Kita tidak ingin ada dapur yang ditutup karena tidak memenuhi standar. Ikuti aturan BGN dengan baik,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Satono meminta agar seluruh pengelola program berhati-hati dalam pengelolaan anggaran dan tidak melakukan praktik yang merugikan, termasuk mengabaikan potensi bahan lokal.
Dalam rapat tersebut, ia juga menekankan pentingnya koordinasi aktif dengan pihak sekolah sebagai penerima manfaat program MBG. Menurutnya, komunikasi yang baik antara dapur, koordinator wilayah, dan sekolah akan mencegah terjadinya kesalahpahaman di lapangan.
“Saya minta setiap pengelola dapur dan korwil segera berkoordinasi dengan sekolah-sekolah. Kenali kepala sekolahnya, guru-gurunya, dan pastikan komunikasi berjalan baik. Jangan seperti sistem COD, tidak tahu siapa yang menerima,” katanya.
Ia bahkan mendorong agar pihak dapur menginisiasi pertemuan dengan kepala sekolah dan guru-guru untuk memperkuat koordinasi sebelum distribusi berjalan penuh.
“Kalau perlu, kumpulkan kepala sekolah dan guru. Bangun komunikasi sejak awal agar tidak ada masalah di kemudian hari,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Sambas juga meminta media turut mengawal pelaksanaan program MBG agar berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Saya minta media ikut mengawal program ini. Sampaikan ke masyarakat bahwa kita sudah berupaya maksimal,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Satono mengajak seluruh pihak bekerja secara bersama dan bertanggung jawab agar seluruh anak di Kabupaten Sambas bisa merasakan manfaat program MBG secara merata.
“Kita tidak ingin ada yang tertinggal. Masih banyak anak-anak yang menunggu. Ini tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.(Rai)








Comment