Kubu Raya, Media Kalbar
Ratusan warga memadati Kantor Desa Pal Sembilan, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (4/6/2026), untuk mengambil bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Warga yang datang merupakan penerima bantuan yang telah terdata dalam program bantuan sosial pemerintah. Penyaluran bantuan tersebut dipusatkan di Kantor Desa Pal Sembilan agar memudahkan proses distribusi kepada masyarakat.
Kasi Pemerintahan Desa Pal Sembilan, Saipullah, saat ditemui di Kantor Desa Pal Sembilan mengatakan bahwa sumber data penerima bantuan berasal dari Kementerian Sosial dan penyalurannya dilakukan melalui Perum Bulog.
”Kalau sumber datanya dari Kemensos, sedangkan penyalurannya melalui Bulog. Data penerima diambil dari masyarakat yang menerima Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, dan bantuan BBM. Untuk rincian sumber datanya secara lebih lengkap, kami belum mendapatkan informasi,” ujar Saipullah.
Ia menjelaskan, jumlah penerima bantuan di Desa Pal Sembilan mencapai lebih dari seribu kepala keluarga (KK). Setiap penerima mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 kilogram minyak goreng.
”Untuk Desa Pal Sembilan, penerimanya sekitar seribu lebih KK. Masing-masing menerima 20 kilogram beras dan 4 kilogram minyak goreng. Jumlah bantuan kali ini lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Menurut Saipullah, bantuan tersebut sebenarnya dialokasikan untuk periode Februari hingga Maret 2026. Namun, distribusinya baru dapat dilaksanakan pada Juni 2026 setelah bantuan tiba di desa.
”Bantuan ini seharusnya untuk penyaluran Februari sampai Maret 2026, tetapi baru tersalurkan pada bulan Juni. Harapan kami kepada pemerintah agar penyaluran bantuan dapat dilakukan tepat waktu sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Selain itu, Saipullah berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan akurasi data penerima bantuan sosial. Pasalnya, masih ditemukan warga yang dinilai layak menerima bantuan namun belum terdaftar, sementara ada penerima yang kondisi ekonominya dinilai sudah cukup mampu.
”Kami berharap ke depan data penerima bantuan benar-benar diperhatikan. Masih ada masyarakat yang merasa tidak mampu tetapi tidak menerima bantuan, sementara ada yang ekonominya sudah menengah ke atas justru masih mendapatkan bantuan. Karena data ini berasal dari Kemensos, kami di desa hanya menerima dan menyalurkannya sesuai daftar yang diberikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini pemerintah desa belum mendapatkan informasi terkait proses verifikasi dan validasi data penerima bantuan. Namun berdasarkan informasi yang diterima, mayoritas penerima merupakan peserta PKH dan penerima bantuan pangan pemerintah.
Penyaluran bantuan berlangsung tertib dengan pengawasan aparat desa dan petugas terkait guna memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang telah terdaftar sebagai penerima manfaat.”(Mk/Ismail)







Comment