Jakarta, Media Kalbar
PT Riset Perkebunan Nusantara memperkuat perannya sebagai pusat riset dan inovasi perkebunan dalam ekosistem Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group) untuk mendukung percepatan swasembada gula nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Riset dan Inovasi Komoditas Tebu serta Pemanfaatan Hasilnya bersama PT Sinergi Gula Nusantara dan PT Triasindo Agro Sejahtera, yang dilaksanakan di Gedung Graha Nusa Tiga – Head Office Jakarta.
Kerja sama trilateral ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kekuatan riset, industri, dan implementasi lapangan dalam menjawab berbagai tantangan pengembangan komoditas tebu nasional sekaligus memperkuat kolaborasi dalam ekosistem Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group).
Penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh Mayjen TNI Helda Risman, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Politik; Francisco Richard, Direktur Utama PT Triasindo Agro Sejahtera; Dimas Eko Prasetyo, Direktur Strategi dan Sustainability PT Sinergi Gula Nusantara; serta Dr. Iman Yani Harahap, Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara.
Kerja sama ini menjadi semakin strategis seiring dengan arahan Presiden Republik Indonesia pada Juli 2026 mengenai percepatan swasembada gula nasional. Saat ini, impor gula masih berada di atas 50 persen, sementara kebutuhan gula nasional diperkirakan mencapai hampir 550 ribu hektare ekuivalen kebutuhan lahan.
Dalam konteks tersebut, peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, tetapi juga pada strategi peningkatan produktivitas lahan yang sudah ada, baik dari sisi kuantitas (quantity base) maupun kualitas (quality base).
Mayjen TNI Helda Risman menekankan pentingnya membangun ekosistem pergulaan nasional yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani.
“Kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan gula nasional idealnya dapat dicapai tanpa harus membuka lahan baru dalam skala yang terlalu besar. Yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan lahan yang sudah ada,” ujarnya.
Sebagai bagian dari implementasi kerja sama, SGN akan melaksanakan demonstration plot di tiga wilayah, yakni Lampung Utara/Bungamayang, Kendal-Jawa Tengah, dan Lumajang, dengan menerapkan dua metode tanam, yaitu Plant Cane dan Ratoon.
Dimas Eko Prasetyo, Direktur Strategi dan Sustainability SGN, mengatakan inovasi berkelanjutan menjadi bagian penting dari strategi perusahaan, khususnya dalam menghadapi perluasan pengelolaan lahan tebu SGN.
“SGN saat ini menguasai sekitar 60 ribu hektare dan ke depan, setelah proses spin-off rampung, penguasaan lahan ditargetkan mencapai hampir 80 ribu hektare yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, diperlukan inovasi dan praktik budidaya yang dapat direplikasi serta memberikan dampak nyata terhadap produktivitas,” jelas Dimas.
Sementara itu, Direktur RPN, Iman Yani Harahap menegaskan kesiapan RPN untuk mendukung kolaborasi melalui kapasitas riset yang dimiliki perusahaan. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), RPN memiliki unit penelitian perkebunan melalui Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). Melalui kapasitas tersebut, RPN berkomitmen mendorong kegiatan kolaborasi dengan pendekatan penelitian yang konservatif, terukur, dan teruji.
“Kolaborasi trilateral ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama riset dan menghasilkan inovasi yang dapat menjawab tantangan budidaya tebu saat ini. Hasil riset yang diperoleh nantinya tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi dapat dimanfaatkan bersama untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas tebu,” kata Iman.
Kerja sama RPN, SGN, dan Triasindo Agro Sejahtera diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem pergulaan nasional. Kolaborasi ini tidak hanya diarahkan pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada peningkatan kualitas tebu, efisiensi industri, penguatan hubungan pabrik gula dengan petani, serta pemanfaatan hasil riset secara lebih luas.
Melalui kolaborasi antara riset, industri, dan implementasi lapangan, RPN dalam ekosistem Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group) menegaskan komitmennya untuk menjadikan riset dan inovasi sebagai fondasi penguatan industri gula nasional. Dari hasil penelitian yang teruji hingga penerapan di lahan, RPN mendorong agar inovasi dapat memberikan manfaat nyata bagi petani sekaligus mendukung percepatan swasembada gula Indonesia. (Mbis/MK)











Comment