SAMBAS, MEDIA KALBAR – Rumah Tahanan Negara atau Rutan Kelas IIB Sambas meluncurkan Program Kuliah Gratis dan Program Pondok Pesantren bagi warga binaan, Rabu, 10 Juni 2026. Program yang diberi nama Pro Kulit Rusa itu menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak pendidikan sekaligus penguatan pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan.
Peluncuran program berlangsung di Aula Sahardjo Rutan Kelas IIB Sambas. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama Rutan Sambas dengan Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Akademi Dakwah Indonesia Sambas, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas.
Kepala Rutan Kelas IIB Sambas, Andriyas Dwi Pujoyanto, mengatakan pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam proses pembinaan warga binaan. Melalui program ini, warga binaan diberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan formal dan pendidikan keagamaan selama menjalani masa pidana.
“Program ini bertujuan memenuhi hak pendidikan bagi warga binaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia mereka. Kami ingin warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” kata Andriyas.
Menurut Andriyas, pembinaan di rutan tidak hanya berorientasi pada masa hukuman, tetapi juga pada kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat. Karena itu, bekal pendidikan, keterampilan, dan penguatan karakter dinilai penting agar warga binaan mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Ia menjelaskan, Program Kuliah Gratis dan Pondok Pesantren diharapkan dapat membuka ruang perubahan bagi warga binaan. Selain memperoleh ilmu pengetahuan, mereka juga mendapatkan pembinaan spiritual sebagai bekal memperbaiki diri dan memperkuat mental.
“Kami ingin memastikan warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapatkan pembinaan yang bermanfaat. Harapannya, ketika bebas nanti mereka memiliki bekal yang cukup sehingga dapat diterima kembali di masyarakat dan mampu berkontribusi secara positif,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, A.Md., IP., S.H., M.H.; Bupati Sambas yang diwakili Asisten I; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas; Rektor Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas; Direktur Akademi Dakwah Indonesia Sambas; pimpinan pondok pesantren; serta sejumlah mitra kerja.
Selain peluncuran program pendidikan, acara tersebut juga dirangkai dengan penyerahan hibah kontainer sampah dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sambas kepada Rutan Sambas. Rutan Sambas juga menyerahkan plakat penghargaan kepada sejumlah pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.
Peluncuran Pro Kulit Rusa diharapkan menjadi tonggak baru pembinaan warga binaan di Rutan Sambas. Program ini juga menjadi bagian dari penguatan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, produktif, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.(Rai)








Comment