Sambas, Media Kalbar – Kabupaten Sambas mencatat lonjakan kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2024, menandai geliat positif sektor pariwisata dan aktivitas lintas batas di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.
Berdasarkan data resmi Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sambas, tercatat 65.783 kunjungan wisatawan masuk ke daerah ini melalui jalur akomodasi dan pintu masuk resmi seperti PLBN Aruk, serta Pos Imigrasi Paloh dan Temajuk.
Rinciannya, sebanyak 38.284 wisatawan nusantara (wisnus) tercatat menginap di hotel dan penginapan lokal. Sementara itu, 27.499 wisatawan mancanegara (wisman) masuk ke Sambas, dengan 322 di antaranya menginap di fasilitas akomodasi.
Di sisi lain, aktivitas pelintas batas juga mengalami peningkatan. Sebanyak 140.061 orang tercatat melakukan perjalanan keluar negeri melalui PLBN Aruk selama 2024. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2023 yang mencatat 139.659 pelintas.
Meski terdapat sedikit penurunan jumlah wisatawan domestik yang menginap dibandingkan tahun sebelumnya (40.695 orang pada 2023), tren positif ditunjukkan oleh kunjungan wisatawan mancanegara yang meningkat cukup signifikan dari 23.448 orang pada 2023 menjadi 27.499 pada 2024.
Kapasitas akomodasi di Kabupaten Sambas pun turut bertambah. Pada 2023, jumlah kamar tercatat sebanyak 435 unit, meningkat menjadi 449 unit di tahun berikutnya. Penambahan ini menjadi sinyal kesiapan daerah dalam menyambut dan melayani wisatawan secara optimal.
PLBN Aruk kini tidak hanya menjadi simpul strategis hubungan bilateral Indonesia–Malaysia, tetapi juga berperan sebagai poros pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata perbatasan.
Dengan kemajuan ini, Sambas memperkuat posisinya sebagai magnet destinasi perbatasan yang dinamis—menginspirasi peluang usaha, pertukaran budaya, dan pembangunan wilayah berkelanjutan.
Tren positif ini memperlihatkan potensi besar Kabupaten Sambas sebagai simpul utama dalam jaringan destinasi Kalimantan Barat yang terintegrasi dan inklusif. (Rai)









Comment