by

Seperti Kolam Renang, LSM Peduli Kapuas Hulu Desak Dinas Perhubungan Kalbar Bertangungjawab Terhadap Kondisi Terminal di Kedamin Putussibau

PUTUSSIBAU, Media Kalbar

Sudah begitu lama kondisi terminal antar Provinsi yang berlokasi di Kedamin Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu dibiarkan serta diterlantar begitu saja dan tidak ada perhatian yang serius dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat untuk memperbaiki kondisi jalan yang sudah seperti kolam ikan

Fasilitas penunjang terminal lainya pun tidak pernah sama sekali diperhatikan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat .

Padahal terminal antar provinsi itu menjadi tanggungjawab Dinas Provinsi Kalimantan Barat

Menurut Ketua LSM Peduli Kapuas Hulu Mohd Syafii menyoroti kondisi terminal tersebut saat ini lebih menyerupai kolam ikan dan tempat pembuangan sampah dibandingkan sebagai fasilitas pelayanan transportasi publik. “Situasi ini dinilai mencerminkan kurangnya perhatian dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar terhadap infrastruktur strategis yang seharusnya menjadi wajah pelayanan negara kepada masyarakat,” ungkapnya, Selasa ( 3/2/2026 )

“Terminal ini adalah fasilitas antar Provinsi dan antar Negara. Sangat disayangkan jika kondisinya dibiarkan rusak, tergenang air, dan tidak terawat. Pertanyaannya, mengapa Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar seolah menutup mata? Apakah memang tidak ada anggaran untuk perbaikan?” tegas Syafii

LSM Peduli Kapuas Hulu menilai pembiaran terhadap kondisi terminal tersebut tidak hanya merugikan masyarakat pengguna jasa transportasi, tetapi juga mencoreng wibawa dan martabat pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Sehubungan dengan hal tersebut, LSM Peduli Kapuas Hulu meminta kepada Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, agar segera mengambil langkah yang konkrit dengan memerintahkan Dinas Perhubungan Provinsi untuk segera melakukan renovasi serta perbaikan terminal Antar Provinsi dan Antar Negara di Kedamin Putussibau Selatan tersebut

Menjadikan terminal tersebut sebagai ikon kebanggaan daerah dan negara, bukan justru menjadi aib akibat pembiaran dan kelalaian. menegaskan bahwa sudah saatnya pemerintah melakukan pembenahan serius terhadap fasilitas publik. “Kita harus berbenah. Jangan biarkan terminal ini terus menjadi kolam ikan dan tempat sampah. Harkat dan martabat negara harus dijaga,” tegas Syafii lagi ( ICG )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed