Pontianak, Media Kalbar
Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Pontianak, H. Nurbambang menegaskan komitmen kebangsaan sehingga penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi program prioritas dari delapan program pengabdian organisasi.
Hal tersebut disampaikan tatkala ia tampil sebagai narasumber dalam kegiatan diskusi panel yang dihelat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pontianak di Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Selasa (10/2/2026).
Dalam paparannya, Ketua LDII Pontianak menekankan bahwa LDII secara konsisten menjadikan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, sebagai pijakan dalam dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.
“Komitmen kebangsaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dakwah LDII. Menguatkan persatuan, menjaga kerukunan, dan merawat keberagaman adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, implementasi komitmen kebangsaan tersebut dimulai sejak lahirnya LDII yang konsisten berazaskan Pancasila.
“Jadi LDII Lahir 1972 sudah berazaskan Pancasila. Artinya ketika terbit UU Nomor 8 tahun 1985 tentang ormas yang mewajibkan azas tunggal Pancasila, LDII sudah mencantumkan hal itu dan sampai sekarang,” tegasnya.
Sedangkan, dalam konteks dakwah dijelaskan Nurbambang, ada 12 kaidah dakwah yang dijalankan LDII, yang seluruhnya mengedepankan pola dakwah yang rahmatan lil alamin.
“Keduabelas konsep dakwah LDII senafas dengan apa yang saat ini dicanangkan pemerintah dalam kehidupan beragama yakni moderasi beragama. Jadi satu tujuan yakni mencapai kehidupan yang rukun, damai, harmonis,” tegas dia.
Selain itu, LDII juga aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh lintas agama.
“Kami organisasi yang inklusif dan terbuka untuk menjalin sinergisitas. Seperti setiap bulan Agustus, secara nasional ditetapkan LDII sebagai gerakan nasional Kerja Bersama Bakti Untuk Negeri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ketua LDII Pontianak menyoroti pentingnya moderasi beragama sebagai kunci menjaga kondusivitas daerah. Menurutnya, sikap saling menghormati dan dialog yang konstruktif harus terus dikembangkan agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan.
“Kita perlu terus memperkuat ruang dialog dan kerja sama lintas elemen bangsa agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga,” tambahnya.
Sedangkan kegiatan yang mengambil tema Memperkuat Kerukunan Umat Beragama Dalam Rangka Menjaga Kondusivitas Kamtibmas Kota Pontianak yang Harmonis dan Bersahabat, yakni Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, H. Ruslan, MA dan juga Kasat Binmas Polresta Pontianak, AKP Agus Wandi mewakili Kapolresta Pontianak.
Peserta yang hadir dari berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, dan dibuka oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan. (*/Amad)









Comment