by

Terungkap Sejumlah Saksi Mata Sebut Pelaku Penganiayaan Sigit Lebih 9 Orang, Jelani : Ada anak oknum aparat terlibat

Pontianak, Media Kalbar

Kuasa hukum keluarga Sigit Aditia bin Nurio korban keberutalan geng balap motor liar di Singkawang yang berakibat meninggal dunia mengungkapkan pelaku pengeroyokan diduga keras lebih dari 9 orang.

Seperti diketahui Sigit Aditia bin Alan Nurio warga Jln.Raya Singkawang Bengkayang Kel. Nyarungkop Kec. Singkawang Timur Kota Singkawang pada subuh Minggu 26 Maret 2023 lalu dianiaya oleh sejumlah orang geng motor setelah dia menegur geng balap liar di tengah tengah kota Singkawang. Korban sempat dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Pengacara Jelani Christo SH MH dari Front Borneo Internasional (FBI) yang mendampingi/pembelaan hukum terhadap keluarga korban Sigit Aditia bin Alan Nurio (23 Th) Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta itu mengungkapkan hal itu setelah dia melakukan investigasi lapangan dan menemui sejumlah saksi mata yang melihat langsung kejadian saat korban dikeroyok oleh geng motor balap liar ditengah tengah kota Singkawang.

Seperti diketahui usai sidang ke-7 di PN Singkawang pada Senin (14/08/23) kuasa hukum Jelani melakukan investigasi kelapangan guna mendengar langsung keterangan sejumlah saksi mata yang melihat langsung saat kejadian. Tiga saksi mata membenarkan pelaku penganiayaan terhadap korban Sigit Aditia ada lebih dari 9 orang. ” Namun saya heran kok di penyidikan dikepolisian tersangkanya hanya 9 orang”, pungkas Jelani.

Usai persidangan Kuasa Hukum Jelani menyerahkan dokumen kepada JPU Edi Kusbiyantoro, SH, MH. berupa playdisk berisi rekaman video penganiayaan yang dilakukan sejumlah orang geng motor balap liar terhadap korban Sigit Aditia.

“Saksi mata juga mengungkapkan ada pelaku yang merupakan anak oknum aparat. Mungkin saja karena hal ini pelaku lain sulit terungkap” imbuh Jelani.

“Hasil penelusuran saya dilapangan terungkap ada empat titik lokasi berbeda korban di keroyok. Pada titik pertama korban dikeroyok, kemudian dalam keadaan masih hidup korban berlari mau menghindari dari kejaran pelaku, namun masih dikejar oleh pelaku pada titik kedua kemudian di hajar para pelaku. Ada yang menggunakan tangan kosong, ada yang menggunakan kaki , menggunakan helm, bahkan ada yang tega saat terbaring lemah korban dihajar dengan motor bebek dilindas badannya yang sudah terbaring dan tidak berdaya. Begitu juga pada titik ketiga dan keempat”, ungkap Jelani yang juga dari LBH Mandau Borneo Keadilan (MBK), Aliansi Advokat Borneo Bersatu (AABB) kepada media ini Kamis (17/08/23) di Pontianak.

Jelani mengatakan sudah mencoba untuk berkoordinasi dengan Kapolres Singkawang untuk pengungkapan pelaku lainnya. Namun tidak mendapat sambutan baik. “Bahkan saya sempat dihardik dengan ucapan nada tinggi ” ini rumah saya”, papar Jelani meniru ucapan Kapolres Singkawang. “Untuk hal ini akan saya laporkan ke Divisi Propam Polda Kalbar, bahkan Kapolri “, pungkasnya.

” Akhirnya saya keluar meninggalkan kantor polres Singkawang mencari keterangan sumber lain diantaranya beberapa saksi mata yang melihat langsung kejadian aksi brutal geng motor balap liar itu”, bebernya.

Sementara itu di PN Singkawang Senin (14/08/23) dari pantauan awak media tampak pihak keluarga korban melakukan aksi dengan membawa poster dengan tulisan diantaranya minta keadilan ditegakkan, buka bukti rekaman video penganiayaan di persidangan, tangkap pelaku pelaku lainnya, dan sebagainya. “Kami keluarga korban Sigit minta hukum seberat beratnya pelaku. Buka video rekaman penganiayaan adik kami dipengadilan. Tangkap pelaku lainnya yang masih berkeliaran di Singkawang” , ungkap Wanto paman korban. (*/amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed