by

Tren Penyakit Menular di Kabupaten Sambas 2025, Dinas Kesehatan Minta Masyarakat Waspada

Sambas, Media Kalbar – Penyakit menular masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Sambas sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, sejumlah penyakit berbasis lingkungan seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Diare, Tuberkulosis (TBC), Hepatitis B, serta Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menunjukkan tren kasus yang stabil, namun tetap harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lebih luas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. H. Ganjar Eko Probowa, MM, mengatakan bahwa kondisi ini belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), tetapi perlu kewaspadaan sejak dini agar tidak berkembang menjadi wabah.

“Kasus penyakit menular di Sambas memang cenderung stabil, namun stabil itu bukan berarti aman. Justru kita harus tetap waspada karena faktor lingkungan, musim hujan, dan perilaku hidup masyarakat bisa memicu lonjakan sewaktu-waktu,” ujar dr. Ganjar. Rabu(1/10/2025)

Data Tren Penyakit Menular 2025 di Kabupaten Sambas

1. Demam Berdarah Dengue (DBD): Januari–Agustus tercatat 30 kasus tanpa ada kematian.
2. Diare: Januari–Agustus tercatat 839 kasus.
3. TBC: Januari–Agustus ditemukan dan diobati 942 kasus.
4. Hepatitis B: Januari–Agustus tercatat 57 kasus reaktif, sebagian pada ibu hamil.
5. ISPA: Januari–Agustus tercatat 492 kasus.

Menurut dr. Ganjar, angka tersebut menjadi pengingat pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengubah pola hidup sehat, serta meningkatkan kesadaran akan pencegahan penyakit.

Langkah Pencegahan

Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas menekankan beberapa langkah antisipasi, di antaranya:

1. Kewaspadaan dini di fasilitas kesehatan terhadap penyakit menular.
2. Deteksi cepat dan pelaporan kasus yang berpotensi menjadi KLB.
3. Edukasi masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat.
4. Penyediaan air bersih serta kebiasaan mencuci tangan pakai sabun.
5. Menjaga kebersihan lingkungan, termasuk menguras dan menutup tempat penampungan air.
6. Mengonsumsi air dan makanan higienis untuk mencegah penularan penyakit melalui saluran pencernaan.

“Pencegahan adalah kunci. Jika masyarakat disiplin menjaga kebersihan dan melaporkan kasus secara cepat, maka risiko terjadinya KLB bisa kita tekan,” tegas dr. Ganjar.

Dengan adanya laporan ini, diharapkan masyarakat Sambas dapat lebih waspada dan berperan aktif dalam mencegah penyebaran penyakit menular di tahun 2025.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed