SAMBAS, MEDIA KALBAR – Harga daging ayam ras di Kabupaten Sambas mengalami kenaikan pada awal Februari 2026. Namun, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas memastikan kondisi stok pangan strategis, termasuk daging sapi dan beras, masih dalam kategori aman.
Kepala Bidang Perdagangan Diskumindag Sambas, Suparno, menegaskan bahwa berdasarkan hasil pantauan lapangan, tidak ditemukan kelangkaan bahan pokok di pasaran.
“Stok hasil pantauan aman, bang. Tidak ada kelangkaan daging sapi maupun ayam,” ujar Suparno saat dikonfirmasi.
Berdasarkan pemantauan harga eceran di Pasar Pagi Jagur Sambas pada 2 Februari 2026, harga daging ayam ras tercatat Rp52.000 per kilogram, mengalami kenaikan sekitar 10,64 persen dibanding periode sebelumnya.
Sementara itu, harga daging sapi paha belakang masih stabil di angka Rp160.000 per kilogram .
Suparno menjelaskan, kenaikan harga daging ayam ras bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan, melainkan strategi produsen yang menahan penjualan untuk mengejar bobot ideal ayam sebelum dilepas ke pasar.
“Produsen masih ngejar bobot ideal dulu baru jual, jadi pasokan sedikit tertahan sementara,” jelasnya.Senin(2/2/2026)
Untuk komoditas beras, Diskumindag Sambas memastikan ketahanan stok dalam kondisi terkendali. Saat ini Kabupaten Sambas telah memasuki masa panen, sehingga pasokan beras relatif melimpah.
“Sekarang sudah panen, dan serapan Bulog juga tinggi. Insyaallah stok beras aman untuk kebutuhan masyarakat,” kata Suparno.
Dari data pemantauan, harga beras medium, premium, dan beras lokal di Sambas terpantau stabil tanpa kenaikan signifikan .(Rai)








Comment