PONTIANAK, Media Kalbar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Kalimantan Barat, per 21 Januari 2026, kejadian karhutla terpantau aktif di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Kubu Raya dengan luasan terdampak puluhan hektare.
Koordinator Harian Pusdalops PB BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, menyampaikan bahwa karhutla mulai terjadi sejak pertengahan Januari dan sebagian titik masih dalam proses penanganan oleh tim gabungan di lapangan.
Kabupaten Sambas: 4 Kecamatan, 5 Desa Terdampak
Di Kabupaten Sambas, karhutla dilaporkan mulai terjadi sejak 16 Januari 2026. Lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dan tanah mineral dengan total sementara luasan ±34,4 hektare.
Adapun wilayah terdampak meliputi:
Desa Lambau, Kecamatan Jawai (api sudah padam), Desa Balai Gemuruh, Kecamatan Subah (api sudah padam), Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Desa Selakau Tua dan Desa Seranggam, Kecamatan Selakau Timur (api masih menyala)
Secara keseluruhan, karhutla di Sambas berdampak pada 4 kecamatan dan 5 desa.
Kendala utama di Sambas adalah sumber air yang jauh, sulitnya pendataan luasan lahan terbakar secara presisi, serta masih terbatasnya peralatan pemadam di tingkat desa dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Kabupaten Kubu Raya: Status Siaga Darurat Kabut Asap
Sementara itu, di Kabupaten Kubu Raya, BPBD setempat telah menetapkan Status Siaga Darurat Kabut Asap Akibat Karhutla. Posko komando juga telah diaktifkan sebagai langkah kesiapsiagaan.
Lokasi kejadian antara lain:
Jalan Wonodadi 2, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya Jalan Sultan Agung Gg. Karomah, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya Jalan Sungai Raya Dalam, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap Karhutla di Kubu Raya berdampak pada 2 kecamatan dan 3 desa. Luas lahan terbakar masih dalam proses pendataan.
Operasi Pemadaman BPBD Provinsi Kalbar
Tim Operasi Karhutla BPBD Provinsi Kalbar juga melakukan pemadaman lanjutan pada 20 Januari 2026 di wilayah Kecamatan Sungai Raya. Pemadaman berlangsung sejak pukul 07.15 hingga 17.30 WIB.
Karakteristik lahan terbakar merupakan lahan tidak dikelola, ditumbuhi semak, singkong, nanas, dan tanaman keras heterogen.
Luas terbakar diperkirakan ±5 hektare
Luas lahan berhasil dipadamkan ±2,5 hektare
Namun, upaya pemadaman terkendala minimnya sumber air karena lokasi kejadian jauh dari parit dan badan air.
Kebutuhan Mendesak
Pusdalops PB BPBD Provinsi Kalbar mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain:
Pesawat water bombing, terutama untuk wilayah Selakau Timur Drone untuk mempercepat pendataan dan pemantauan titik api. Mesin dan selang pemadam untuk desa/MPA dan BPBD. Mobil komando untuk mendukung operasi lapangan.
Daniel menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mencegah meluasnya karhutla dan meminimalisasi dampak kabut asap terhadap masyarakat.
“Penanganan terus kami lakukan secara bertahap, namun dukungan sarana dan prasarana sangat dibutuhkan agar pemadaman bisa lebih optimal,” ujarnya.(Rai)











Comment