SAMBAS, MEDIA KALBAR – Penyakit menular masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di Kabupaten Sambas. Hingga awal Maret 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sambas mencatat ribuan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta sejumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Berdasarkan data terbaru, kasus ISPA di Kabupaten Sambas tahun 2026 tercatat sebanyak 3.502 kasus tanpa kematian. Sementara itu, kasus positif DBD/DHF berjumlah 5 kasus dan juga tidak ditemukan kasus kematian.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. H. Ganjar Eko Probowa, MM, mengatakan meski belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), situasi ini tetap harus diwaspadai.
“Perkembangan penyakit menular ini erat kaitannya dengan faktor lingkungan, musim atau cuaca, serta perilaku hidup masyarakat. Walaupun belum terjadi peningkatan signifikan, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” tegasnya. Senin(2/3/2026)
Menurut Ganjar, penyakit seperti DBD dan ISPA sangat dipengaruhi kondisi lingkungan dan pola hidup. Karena itu, peran aktif masyarakat dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam mencegah penyebaran yang lebih luas.
Dinkes Sambas juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari rumah tangga. Masyarakat diminta rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, serta menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, khususnya yang menunjukkan gejala ISPA.
Selain itu, penggunaan masker di tempat umum juga dianjurkan untuk mencegah penularan melalui droplet. Untuk pencegahan DBD, masyarakat diminta aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta menggunakan kelambu dan lotion anti nyamuk.
“Pemberian bubuk abate pada tempat penampungan air bersih juga penting untuk membunuh jentik nyamuk. Ini langkah sederhana tapi efektif,” tambah Ganjar.(Rai)











Comment