Pontianak, Media Kalbar-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Barat berdasarkan laporan per 26 Maret 2026.
Data BMKG menunjukkan sebanyak 229 titik panas (hotspot) terdeteksi pada 25 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 16.00 WIB. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 47 titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 174 titik menengah, dan 8 titik tinggi.
Sebaran hotspot tercatat paling banyak berada di Kabupaten Mempawah dengan 75 titik, diikuti Ketapang sebanyak 50 titik, Bengkayang 48 titik, serta Kubu Raya 23 titik. Selain itu, Sambas mencatat 20 titik, Sanggau 4 titik, dan Kapuas Hulu 7 titik. Kayong Utara terdeteksi 2 titik panas.
Sementara itu, sejumlah wilayah seperti Sintang, Landak, Sekadau, Melawi, Pontianak, dan Singkawang tidak terdeteksi adanya titik panas dalam periode tersebut.
Laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar juga mencatat kejadian kebakaran lahan di wilayah Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya, pada 25 Maret 2026 pukul 13.51 WIB. Kondisi di lapangan menunjukkan lahan terbakar dengan vegetasi yang mengering serta kepulan asap yang cukup tebal.(Rai)
Upaya pemadaman dilakukan di lokasi kejadian guna mengendalikan penyebaran api. Kebakaran lahan yang terjadi berpotensi meluas seiring kondisi lingkungan yang kering.
Deteksi titik panas dilakukan menggunakan sensor satelit VIIRS dan MODIS yang mengidentifikasi anomali suhu permukaan. Namun, pengamatan dapat terbatas pada wilayah yang tertutup awan.(Rai)











Comment