by

330 Jamaah Haji di Bawah Bimbingan KBIHU Arafah Semua Selamat

Pontianak, Media Kalbar

Pagi itu, di sebuah warung bubur ayam di Jalan Pancasila, saya bertemu H. Achmad Khalil. Tidak ada ruang rapat mewah, tidak ada podium berpendingin udara, tidak ada presentasi dengan layar raksasa berisi grafik berwarna-warni yang biasanya dipakai untuk menjelaskan sesuatu yang sebenarnya sederhana. Hanya semangkuk bubur ayam dan obrolan yang justru lebih bernilai dari seminar motivasi berjuta-juta rupiah.

Dengan wajah lega, ia bercerita baru saja menjemput jamaah haji di bawah bimbingan KBIHU Arafah yang dipimpinnya. Sebanyak 330 jamaah telah kembali dari Mekah dan tiba di Pontianak pada Kamis (19/6/2026). Yang membuat kagum bukan sekadar jumlahnya. Semua kembali utuh, sehat, dan tidak ada yang meninggal dunia.

Di negeri yang kadang menganggap keberhasilan adalah ketika proyek selesai tanpa diperiksa aparat, kabar seperti ini layak mendapat tepuk tangan panjang. Sebab mengelola ratusan jamaah haji bukan perkara mudah. Itu bukan sekadar urusan tiket pesawat dan pembagian kamar hotel. Di dalamnya ada urusan fisik, mental, emosi, kesehatan, logistik, hingga kemampuan menghadapi berbagai situasi tak terduga di Tanah Suci.

H. Achmad Khalil dan timnya tampaknya memahami satu hal yang sering dilupakan banyak orang: pengalaman adalah universitas terbaik. Pembimbing KBIHU Arafah bukan orang yang baru kemarin sore belajar arah kiblat dari Google Maps. Mereka sudah sangat memahami seluk-beluk Mekah dan Madinah. Mereka tahu titik-titik rawan, memahami potensi masalah, dan menyiapkan langkah antisipasi sebelum masalah itu lahir.

Hasilnya terlihat jelas. Jamaah merasa puas, senang, dan nyaman. Bahkan di era ketika orang lebih cepat mengunggah keluhan daripada ucapan terima kasih, tidak ada postingan viral yang berisi komplain dari jamaah mereka. Ini prestasi yang kadang lebih sulit dicapai daripada mendapatkan sinyal internet stabil di tengah keramaian.

Namun di antara cerita pelayanan yang profesional itu, ada satu kisah yang membuat saya tersenyum sekaligus kagum.

Seorang jamaah perempuan pulang dari Mekah membawa banyak oleh-oleh berupa boneka anak unta. Jumlahnya tidak sedikit. Masalah klasik pun muncul. Tas tidak muat. Bagasi sudah penuh. Jika dipaksakan masuk bagasi, kapasitas bisa melebihi batas.

Di sinilah lahir sebuah inovasi yang mungkin tidak akan tercatat dalam jurnal akademik dunia, tetapi layak masuk museum kreativitas rakyat.

Boneka-boneka anak unta itu disusun menjadi satu rangkaian mirip kalung raksasa lalu dilingkarkan ke lehernya. Jadilah ia berjalan dari Tanah Suci hingga Pontianak ditemani sekawanan “anak unta” yang menggantung dengan penuh kebanggaan.

Bayangkan pemandangan itu. Di saat sebagian orang sibuk memamerkan koper bermerek, ibu ini justru tampil dengan aksesori paling unik yang mungkin pernah melintasi bandara internasional. Tidak ada gengsi. Tidak ada malu. Yang ada hanya tekad mulia: oleh-oleh untuk anak dan keluarga harus sampai ke rumah.

Di situlah letak pelajaran besarnya.

Kadang kecerdasan bukan lahir dari ruang rapat. Kadang kreativitas tidak muncul dari gelar yang panjangnya melebihi gerbong kereta. Ia lahir dari kasih sayang, niat baik, dan kemampuan menemukan solusi ketika keadaan tidak ideal.

Kisah boneka unta itu mungkin terdengar lucu. Tetapi di balik kelucuannya tersimpan pesan yang sangat dalam. Bahwa perjalanan haji bukan hanya tentang ritual ibadah, melainkan juga tentang pulang membawa nilai-nilai kehidupan: kesabaran, kepedulian, kerja sama, dan kreativitas.

Dan pagi itu, di antara sendok-sendok bubur ayam yang perlahan mengosongkan mangkuk, saya menyadari satu hal. Kadang inspirasi tidak datang dari panggung besar. Ia datang dari cerita sederhana tentang 330 jamaah yang pulang dengan selamat, pembimbing yang bekerja dengan hati, dan seorang ibu yang berhasil mengalahkan keterbatasan bagasi hanya dengan sekumpulan boneka anak unta yang menggantung gagah di lehernya. Sebuah pelajaran kecil yang diam-diam jauh lebih besar daripada yang kita kira. (Rosadi/MK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed