by

40 Anak dan Dua Warga Binaan Ikuti Khitanan, 249 Orang Terima Pengobatan Gratis

SAMBAS, MEDIA KALBAR – Biaya khitan menjadi beban tersendiri bagi keluarga kurang mampu. Bakti sosial di Aula Rutan Kelas IIB Sambas, Kamis (15/10/2026), membantu meringankan kebutuhan tersebut. Sebanyak 40 anak dari keluarga kurang mampu di sekitar rutan mendapatkan layanan khitan gratis, bersama dua warga binaan.

Kegiatan itu diselenggarakan Rutan Sambas bekerja sama dengan DPRD Kabupaten Sambas, Dinas Kesehatan, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas. Selain khitanan massal, tersedia pengobatan gratis yang diikuti 249 orang.

Manfaatnya dirasakan Siti Aminah, warga Desa Tumuk Manggis. Orang tua peserta ini mengaku terbantu karena tidak perlu menanggung biaya khitan anaknya.

“Kalau bayar sendiri biayanya besar, Alhamdulillah sekarang gratis dan pelayanannya sangat baik,” ucapnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Rutan Sambas serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

Kepala Rutan Kelas IIB Sambas, Trian Pratikta, mengatakan pelayanan pemasyarakatan harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, kerja sama dengan berbagai lembaga di Kabupaten Sambas terus diperkuat.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan terhadap arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, serta Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat.

Bakti sosial itu dilaksanakan untuk mendukung program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan nomor 13 terkait pemeriksaan kesehatan gratis, sekaligus menyambut Hari Santri Nasional 2026.

Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Juliarti Juharsi Alwi, mengapresiasi inisiatif Rutan Sambas. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh pelayanan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Untuk menangani peserta khitan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas menerjunkan tujuh tenaga kesehatan. Pelayanan mencakup pemeriksaan awal, tindakan khitan menggunakan peralatan steril, hingga pemberian obat pascakhitan secara gratis.

“Kami pastikan semua prosedur sesuai SOP. Sebelum dikhitan anak-anak kami screening kesehatannya dulu,” jelas Farida, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas.

Farida mengatakan, pemberian obat setelah tindakan menjadi bagian dari pelayanan untuk mendukung pemulihan peserta.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kaharudin, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Kemenag juga menyatakan siap mendukung pembinaan keagamaan bagi masyarakat maupun warga binaan.

“Khitan adalah fitrah, selain menyehatkan juga menyempurnakan ibadah. Kegiatan ini sangat mulia, apalagi dilaksanakan di momentum Hari Santri,” ujarnya.

Adapun pengobatan gratis diikuti 150 warga binaan, 45 petugas rutan, 40 warga masyarakat, dan 14 peserta magang. Layanan tersebut memperluas jangkauan bakti sosial kepada masyarakat sekitar sekaligus mereka yang menjalani pembinaan dan beraktivitas di Rutan Sambas.(rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed