by

Agustusan Tanpa Karnaval Pemkot, Warga Singkawang Bikin Pawai Sendiri

Singkawang, Media Kalbar – Penundaan karnaval tahunan Pemerintah Kota Singkawang tak menyurutkan semangat warga merayakan HUT ke-81 Republik Indonesia. Masyarakat secara swadaya menggelar Karnaval Rakyat Gotong Royong pada Sabtu (22/8/2026).

Karnaval tersebut dimeriahkan kendaraan hias, komunitas, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat. Warga bergotong royong menghadirkan suasana kemerdekaan di tengah penundaan agenda resmi pemerintah.

Karnaval tahunan Pemkot Singkawang sebelumnya dijadwalkan ulang pada Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan hari jadi Pemerintah Kota Singkawang. Penundaan itu disebut berkaitan dengan kondisi kabut asap.

Ketua Satgas Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kota Singkawang, Dato’ Nata Mahisha A., mengatakan keselamatan masyarakat memang harus menjadi prioritas. Namun, menurutnya, pemerintah juga perlu mempertimbangkan makna dan suasana perayaan kemerdekaan pada Agustus.

“Kalau alasan penundaan karena kondisi kabut asap, tentu keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan. Tetapi kita juga harus melihat makna momentum. Agustus adalah bulan kemerdekaan. Ketika kegiatan yang identik dengan semangat Agustusan digeser ke Oktober, atmosfer dan konteksnya sudah berbeda,” ujar Nata.

Menurutnya, Karnaval Rakyat Gotong Royong menunjukkan bahwa masyarakat Singkawang tetap ingin menjaga semangat kemerdekaan. Warga memilih bergerak bersama dan menghadirkan kemeriahan secara mandiri.

“Hari ini rakyat membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak boleh padam. Ketika agenda resmi ditunda, masyarakat tetap mampu bergerak dan bergotong royong,” tegasnya.

Nata menjelaskan, kegiatan tersebut bukan untuk mempertentangkan masyarakat dengan pemerintah. Ia berharap pemerintah dan warga terus berjalan beriringan dalam menjaga tradisi, persatuan, serta semangat gotong royong di Kota Singkawang.

“Ini bukan tentang siapa yang menyelenggarakan, tetapi bagaimana semangat kemerdekaan tetap hadir dan dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Karnaval Rakyat Gotong Royong pun menjadi cara masyarakat Singkawang merayakan kemerdekaan tanpa harus menunggu agenda resmi. Jalanan berubah menjadi ruang kebersamaan dengan semangat merah putih yang tetap menyala.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed