Sambas, MEDIA KALBAR – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. H. Ganjar Eko Prabowo, M.M., mengungkapkan bahwa angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Berbagai upaya terus dilakukan secara intensif untuk menurunkan angka tersebut di Kabupaten Sambas.
Ia menjelaskan bahwa meskipun angka kematian ibu dan bayi masih tergolong tinggi, namun terdapat tren penurunan terutama pada kasus kematian ibu. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 6 kasus kematian ibu, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 8 kasus.
“Walaupun masih menjadi perhatian serius, kita melihat adanya tren penurunan pada kasus kematian ibu. Ini menunjukkan bahwa berbagai upaya yang dilakukan mulai memberikan dampak,” ujar dr. Ganjar.Selasa(10/3/2026)
Sementara itu, kasus kematian bayi masih tergolong cukup tinggi dengan jumlah mencapai 85 kasus pada tahun yang sama.
Menurut dr. Ganjar, penyebab utama kematian ibu di Kabupaten Sambas antara lain perdarahan, eklamsia, serta infeksi. Sedangkan penyebab terbesar kematian bayi adalah bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), asfiksia, dan infeksi.
Untuk menekan angka tersebut, Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai langkah strategis.
Upaya yang dilakukan antara lain meningkatkan kualitas layanan kesehatan selama masa kehamilan dan persalinan, memperkuat pendampingan oleh bidan desa terutama bagi ibu hamil dengan risiko tinggi, serta melaksanakan audit terhadap setiap kasus kematian.
“Audit kasus ini penting dilakukan sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa dapat dicegah di kemudian hari,” jelasnya.
Pemerintah daerah berharap melalui berbagai langkah tersebut, angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sambas dapat terus ditekan sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat.(Rai)






Comment