SAMBAS, Media Kalbar – Pemerintah Kabupaten Sambas bersama DPRD akhirnya mengetuk palu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Dalam sidang paripurna yang berlangsung Rabu, 26 November 2025, kedua pihak menyetujui nilai anggaran sebesar Rp1,7 triliun.
Sidang digelar di Gedung DPRD Sambas dan dihadiri hampir penuh oleh anggota dewan: 43 dari total 45 legislator hadir. Bupati Sambas Satono duduk berdampingan dengan Ketua DPRD Abu Bakar serta tiga wakil ketua Lerry Kurniawan Figo, Sehan Abdul Rahman, dan Ferdinan Syolihin.
Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Sambas, Supni Alatas, membeberkan struktur pendapatan daerah tahun depan. Dari total Rp1,7 triliun tersebut, komponen terbesar berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp910 miliar, disusul Pendapatan Asli Daerah Rp330 miliar, Dana Desa Rp159 miliar, dan pendapatan bagi hasil Rp13 miliar.
Namun angka itu tidak sepenuhnya menggembirakan. Menurut Supni, pendapatan daerah turun sekitar Rp400 miliar dibanding APBD 2025 yang mencapai Rp2,2 triliun.
Penyebabnya: menyusutnya Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, tren yang disebutnya juga dirasakan banyak daerah di Indonesia.
Penurunan pendapatan otomatis menyeret belanja daerah ikut turun. Total belanja 2026 terkoreksi sekitar Rp1,52 triliun, mencakup belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, hingga belanja transfer. Meski begitu, DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memastikan layanan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas.
Supni mengatakan pemerintah daerah mulai 2026 akan menggenjot optimalisasi pendapatan. Seluruh penerimaan pajak dan retribusi bakal dialihkan ke platform digital untuk meningkatkan transparansi sekaligus menutup peluang kebocoran. Pemerintah juga memperbarui basis data wajib pajak karena masih ditemukan ketidaksesuaian antara potensi dan realisasi.
Selain itu, penguatan SDM pemungut pajak, peningkatan kualitas pelayanan, serta upaya memaksimalkan aset-aset daerah yang belum produktif akan menjadi agenda utama.
Di sisi belanja, Banggar dan TAPD sepakat hanya mengalokasikan anggaran pada sektor yang benar-benar prioritas. Arah APBD tetap harus selaras dengan visi-misi Bupati Sambas serta mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Fokus utama tetap pada layanan dasar, pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan dan jembatan, jaringan air bersih, hingga sanitasi. Harapannya sederhana: pertumbuhan ekonomi terjaga dan kualitas hidup masyarakat Sambas meningkat,” kata Supni.(Rai)











Comment