Sambas, Media Kalbar – Bencana banjir masih melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Barat pada awal Januari 2026. Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Sambas menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup signifikan akibat curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus.
Di Kabupaten Sambas, banjir terjadi pada 2 hingga 5 Januari 2026. Hujan deras menyebabkan Sungai Asuanggang meluap dan menggenangi permukiman warga di Desa Tempapan Hulu dan Desa Sijang, Kecamatan Galing. Akibatnya, dua desa dalam satu kecamatan terdampak langsung oleh bencana tersebut.
Data BPBD mencatat, sebanyak 406 kepala keluarga atau 1.724 jiwa terdampak banjir di Sambas. Sebanyak 406 unit rumah terendam, sementara 16 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, banjir juga berdampak pada sektor pendidikan, dengan tujuh fasilitas pendidikan dilaporkan ikut terdampak. Hingga laporan terakhir, kondisi banjir di Sambas telah berangsur surut.
Tak hanya Sambas, sejumlah kabupaten lain di Kalimantan Barat juga terdampak bencana hidrometeorologi. Di Kabupaten Sekadau, banjir menggenangi empat desa di satu kecamatan dan berdampak pada 844 jiwa, dengan kondisi genangan masih dilaporkan ada. Sementara di Kabupaten Melawi, bencana meluas ke 18 desa di enam kecamatan, berdampak pada 523 KK atau 964 jiwa, serta menyebabkan kerusakan ringan pada jembatan. Di beberapa desa, debit air mulai berangsur surut.
Kabupaten Bengkayang, Landak, dan Sanggau juga mencatat dampak banjir di puluhan desa, dengan proses pendataan korban dan fasilitas terdampak masih berlangsung. Adapun di Kabupaten Sintang, banjir melanda sembilan desa di satu kecamatan, berdampak pada 326 jiwa, merendam 76 unit rumah, serta menyebabkan empat jembatan ambruk. Hingga kini, genangan air di wilayah tersebut masih dilaporkan ada.
Secara keseluruhan, BPBD Provinsi Kalimantan Barat mencatat bencana banjir, tanah longsor, dan puting beliung sepanjang awal 2026 telah berdampak pada 51 desa di 22 kecamatan, dengan total 929 kepala keluarga atau 3.532 jiwa terdampak. Sedikitnya 482 unit rumah dilaporkan terendam.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kondisi darurat ke posko BPBD setempat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. (Rai)










Comment