PONTIANAK, Media Kalbar – Badan Pengelola Aset Bisnis dan Investasi (BPABI) Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Rapat Kerja Tahun 2026 dan Sosialisasi Ikatan Petani dan Peternak Produk Pangan Kalimantan Barat (IP4KB) di Gedung Graha Bhakti UPB Pontianak, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan dibuka oleh Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan dan dihadiri Ketua Umum DAD Provinsi Kalbar Cornelius Kimha, Rektor UPB, Sekum DAD Kalbar Tadeyus Yus, Ketua BPABI, KSOP Kalbar, Dinas Perhubungan, pengurus BPABI DAD Kalbar serta para mitra.

Wagub Kalbar: Dorong Swasembada Ternak
Dalam sambutannya, Wagub Krisantus Kurniawan menyampaikan dukungan Pemprov Kalbar terhadap keberadaan BPABI DAD Kalbar dalam memenuhi kebutuhan ternak masyarakat.
“Kite ingin babi, sapi dan kambing merupakan hasil Kalimantan Barat bukan dari luar, kita upayakan untuk swasembada ternak,” tegas Wagub.
Ia menyebut BPABI menjadi asosiasi penting dalam memenuhi kebutuhan babi di Kalbar.
Babi Bagian Filosofi Adat Dayak
Ketua Umum DAD Provinsi Kalbar, Cornelius Kimha menyampaikan, dalam tatanan adat Dayak, babi selain ayam adalah hewan yang tidak bisa dihilangkan karena memiliki filosofi sangat mendalam bagi masyarakat adat Dayak.
“Pernah di Kalbar hampir setiap kecamatan babi itu mati karena penyakit. 40% penduduk di Kalbar masih mengkonsumsi babi, maka DAD membentuk BPABI untuk ketersediaan babi ini,” ujarnya.
Cornelius juga menyarankan perlunya MoU antara Provinsi pengirim dan penerima, seperti Bali dan Lampung. Ia berharap Pemprov Kalbar punya rencana swasembada hingga bisa ekspor ke Singapura dan negara lain, tidak hanya babi tapi juga sapi dan hewan lainnya.
Ia menegaskan DAD menjaga barang masuk ke Kalbar dalam keadaan baik dari sisi kualitas dan kuantitas. Kerja sama dengan mitra dan pemerintah selama ini sudah baik dengan tujuan saling menguntungkan dan menjaga wibawa pemerintah.

BPABI Jadi Garda Depan Pemenuhan Ternak
Ketua Umum BPABI, Romana Burhan Bulin menjelaskan ini merupakan Raker pertama BPABI bersama mitra.
“Marwah DAD Kalbar yang diberikan merupakan amanah. Bimbingan dari DAD sangat diperlukan terutama terkait pemenuhan kebutuhan konsumen babi,” ucapnya.
Dari 2024 sampai 2026 BPABI sudah menggandeng 8 perusahaan mitra khususnya dalam pemenuhan kebutuhan babi dari luar daerah Kalbar. BPABI juga berupaya menstabilkan harga babi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Babi bukan sekadar ekonomi juga merupakan ritual adat Dayak. Termasuk menjamin ketersediaan hewan babi hitam atau babi kampung,” jelasnya.
Menurut Romana, hal ini tidak bisa maksimal tanpa dukungan Dinas Bunak, Karantina, dan Dinas Perhubungan.
Dalam kesempatan yang sama BPABI juga membentuk IP4KB – Ikatan Petani dan Peternak Produk Pangan Kalimantan Barat. (Amad)











Comment