by

Bupati Sambas Peringatkan Ancaman Krisis Pangan, Soroti Kemarau hingga Gagal Panen

Sambas, MEDIA KALBAR — Bupati Sambas H. Satono memperingatkan ancaman krisis pangan harus mulai diantisipasi serius dari daerah perbatasan. Ia menyoroti risiko kemarau panjang, serangan hama, hingga gagal panen sebagai ancaman nyata bagi daerah yang terlalu bergantung pada satu komoditas pangan.Peringatan itu disampaikan Satono dalam Seminar Internasional dan Upgrading Da’i di Sambas.Pada Rabu(8/4/2026)

Dalam forum itu, ia menegaskan ancaman terhadap masyarakat bukan hanya perang atau konflik, tetapi juga kelaparan dan kekurangan pangan.

“Yang harus kita jaga bukan hanya keamanan wilayah, tetapi juga keamanan pangan,” kata Satono.

Ia mengatakan, daerah yang hari ini subur tidak selamanya aman dari ancaman. Perubahan iklim, curah hujan yang menurun, hingga gangguan pada hasil pertanian bisa sewaktu-waktu mengubah situasi.

Karena itu, menurut dia, Sambas harus mulai menyiapkan skenario cadangan pangan dari sekarang. Salah satu gagasan yang didorong Satono ialah pengembangan sagu sebagai pangan alternatif.

Ia menilai kawasan tepian sungai di Sambas yang panjang dan luas dapat dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman sagu sebagai cadangan apabila padi, singkong, atau komoditas utama lain terganggu.

Menurut dia, langkah itu penting agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada satu sumber pangan. Ia juga menyinggung potensi historis Sambas yang pernah memiliki basis pengolahan sagu, termasuk keberadaan pabrik di Kecamatan Sebawi.

Satono menilai isu pangan harus dibicarakan lebih serius karena menyangkut daya tahan masyarakat dalam menghadapi krisis. Bagi dia, ketahanan pangan bukan hanya urusan sawah dan panen, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup daerah dalam situasi darurat.

Dalam forum yang juga dihadiri para da’i, ia meminta tokoh agama ikut mengambil peran membangun kesadaran masyarakat. Satono menyebut para da’i bukan hanya penyampai nilai keagamaan, tetapi juga dapat menjadi penggerak moral agar masyarakat tetap menjaga lahan, lingkungan, dan semangat gotong royong di tengah ancaman krisis.

Ia menambahkan, penguatan ketahanan pangan harus dimulai dari langkah konkret, mulai dari meningkatkan produksi, menyiapkan pangan alternatif, hingga membangun kolaborasi lintas sektor. Menurut dia, daerah perbatasan seperti Sambas harus siap menjadi benteng pertama menghadapi ancaman kekurangan pangan.

Bagi Bupati Satono, kekuatan sebuah daerah ke depan tidak hanya ditentukan oleh batas wilayah yang dijaga, tetapi juga oleh kemampuan menjaga ketersediaan pangan masyarakatnya.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed