Sambas, MEDIA KALBAR-Menteri Industri Makanan, Komoditi, dan Pembangunan Wilayah Sarawak, YB Dato Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom, menegaskan bahwa kawasan perbatasan harus dibangun dengan semangat kerja sama dan tanggung jawab bersama antarwilayah bertetangga.
Penjelasan itu disampaikan Stephen Rundi saat menjadi pembicara dalam Seminar Internasional dan Upgrading Da’i bertema “Ketahanan Pangan di Beranda Negara: Strategi Membangun Kedaulatan dari Daerah Perbatasan” di Aula Utama Kantor Bupati Sambas.Rabu(8/4/2026)
Dalam penyampaiannya, Stephen Rundi mengatakan kesejahteraan tidak boleh dinikmati sepihak. Menurut dia, kemajuan hanya bisa tercapai jika wilayah yang bertetangga saling menguatkan, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti krisis pangan, inflasi, dan gejolak geopolitik.
Ia menilai Sambas memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya produksi padi. Karena itu, ia mendorong penguatan kolaborasi antara Sarawak dan Sambas untuk meningkatkan hasil pertanian, produktivitas, serta ketahanan pangan di kawasan perbatasan.
Stephen Rundi juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat agar mau menerima ilmu, teknologi, dan cara kerja yang lebih modern. Menurut dia, masa depan tidak bisa dihadapi dengan cara lama, tetapi harus dengan pengetahuan, inovasi, dan kerja sama yang saling menguntungkan.
Ia berharap pertemuan di Sambas menjadi awal hubungan yang lebih erat antara Sarawak dan Kalimantan, bukan hanya dalam bidang pangan, tetapi juga pembangunan wilayah, energi, dan kemajuan bersama di Pulau Borneo.(Rai)











Comment