Kembayan, Media Kalbar – PTPN IV Regional V memperkuat dukungannya terhadap program pemerintah dalam pengembangan komoditas pangan strategis melalui pemanfaatan lahan replanting kelapa sawit untuk penanaman kedelai. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam Penanaman Perdana 1.000 Ha Kedelai Serentak PTPN IV PalmCo yang dilaksanakan secara dari dari Kebun Adolina pada Jumat, 28 Agustus 2026 dan diikuti secara serentak oleh PTPN IV Regional I, II, III, IV, V, dan VII pada areal yang telah memenuhi kesiapan teknis.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya, perwakilan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Arif Muliawan, SP., MAP., perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Namsen Sartomedi S. Girsang, SP., MP., Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero) Rizal H. Damanik, Direktur Utama PTPN IV Jatmiko K. Santosa, serta Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV Ugun Untaryo.
Sementara itu, PTPN IV Regional V mengikuti penanaman secara paralel dari Kebun Kembayan, Kabupaten Sanggau. Hadir dalam kegiatan tersebut Region Head PTPN IV Regional V Sudarma Bhakti Lessan, Operation Head I Muzani, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kalimantan Barat Anjar Suprapto, STP., M.P., perwakilan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sanggau Muhammad Farkhan Barbara, S.P., M.Si., Camat Kembayan Sandoro Atmojo, S.Sos., Kapolsek Kembayan Iptu Hudson Siahaan, S.H., Danramil Kembayan Kapten Inf Hendrikus, serta Kepala Desa Tanap Antonius Toni, S.Psi.
Para peserta kemudian melakukan penanaman kedelai secara bersama-sama sebagai bagian dari pelaksanaan Penanaman Kedelai Serentak PTPN IV PalmCo.
Kebun Kembayan dipilih sebagai salah satu lokasi penanaman karena memiliki areal yang sedang menjalani proses replanting dan memenuhi kesiapan teknis untuk dimanfaatkan. Pada tahap awal, PTPN IV Regional V mempersiapkan lahan seluas 3 hektare.
Pemanfaatan lahan replanting tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan produktivitas areal selama masa tanaman belum menghasilkan. Langkah ini sekaligus mendukung pengembangan komoditas pangan strategis, memberikan nilai tambah atas pemanfaatan lahan, serta berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.
Sebelum penanaman dilaksanakan, PTPN IV Regional V telah melakukan berbagai persiapan, meliputi pengolahan dan kesiapan lahan, penyediaan benih dan sarana produksi, peralatan pendukung, hingga kesiapan tenaga kerja. Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan penanaman dapat berjalan sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan.
Region Head PTPN IV Regional V Sudarma Bhakti Lessan mengatakan, pemanfaatan lahan replanting untuk pengembangan kedelai merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.
“Pemanfaatan lahan yang sedang dalam proses replanting untuk pengembangan kedelai merupakan salah satu bentuk kontribusi PTPN IV Regional V dalam mendukung ketahanan pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Pemerintah. Kami berupaya agar lahan tetap produktif selama masa replanting, sekaligus memberikan nilai tambah melalui pengembangan komoditas pangan strategis dan mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Menurut Sudarma, pelaksanaan program tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara PTPN IV Regional V dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan di bidang pertanian. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan kedelai secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat sehingga pemanfaatan lahan replanting tidak hanya memberikan nilai tambah bagi perusahaan, tetapi juga mendukung pengembangan pertanian dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Melalui pemanfaatan lahan replanting secara produktif, PTPN IV Regional V menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda strategis pemerintah, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan nasional. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem perkebunan yang adaptif, memberikan nilai tambah, dan berorientasi pada keberlanjutan. (Mbis/MK)










Comment