by

Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen UNU Kalbar Hadiri Bursa Wirausaha Unggulan, Mahasiswa Raih Doorprize

Pontianak, Media Kalbar 

Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat (UNU Kalbar), turut menghadiri undangan kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat.

Kegiatan ini menjadi wadah yang positif bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun relasi, serta mengenal lebih dekat dunia kewirausahaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai peluang usaha, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana para pelaku UMKM mengembangkan produk, membangun kreativitas, dan menciptakan peluang bisnis yang mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.

Kehadiran mahasiswa Program Studi Manajemen UNU Kalbar dalam kegiatan ini merupakan salah satu bentuk partisipasi aktif dalam mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan, kreativitas, serta kemampuan mahasiswa untuk beradaptasi dengan dunia usaha. Pengalaman seperti ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus belajar, berinovasi, dan berani mengambil peluang dalam membangun usaha.

Dalam rilis disamakan bahwa Universitas Tanjungpura (UNTAN) menyelenggarakan kegiatan Sapa UMKM sebagai wadah edukasi, pengenalan dunia usaha, dan penguatan semangat kewirausahaan bagi mahasiswa di Kalimantan Barat. Kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia serta diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan Sapa UMKM menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa, pelaku usaha, dan lingkungan perguruan tinggi untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dekat pengalaman pelaku UMKM dalam membangun usaha, mengembangkan produk, menghadapi persaingan, serta memanfaatkan peluang pasar.

Pelaksanaan kegiatan ini relevan dengan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan keterampilan berwirausaha. Mahasiswa diharapkan dapat memahami bahwa kewirausahaan merupakan salah satu pilihan nyata dalam membangun masa depan dan menciptakan peluang ekonomi.

Salah satu bagian penting dalam kegiatan Sapa UMKM adalah penyampaian berbagai materi mengenai perkembangan usaha yang telah tumbuh di Kalimantan Barat. Melalui materi dan pengalaman yang dibagikan, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai perjalanan pelaku usaha dalam merintis bisnis, mempertahankan keberlangsungan usaha, mengembangkan produk, serta menghadapi berbagai tantangan dalam kegiatan ekonomi.

Pengalaman para pelaku UMKM tersebut menjadi sumber pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa. Mereka dapat melihat bahwa membangun usaha membutuhkan kemauan untuk belajar, ketekunan, kemampuan membaca kebutuhan konsumen, pengelolaan keuangan yang baik, serta keberanian untuk melakukan inovasi.

Selain itu, kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa tentang potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Kekayaan sumber daya, produk khas daerah, kreativitas masyarakat, dan kebutuhan pasar di Kalimantan Barat merupakan sejumlah aspek yang dapat dipelajari untuk mendorong tumbuhnya usaha baru.

Dengan demikian, Sapa UMKM tidak hanya menjadi kegiatan penyampaian materi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang menghubungkan teori kewirausahaan di perguruan tinggi dengan pengalaman nyata di lapangan.

Keterlibatan perguruan tinggi yang memiliki inkubator bisnis menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Inkubator bisnis dapat berperan sebagai ruang pendampingan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan gagasan usaha, menguji kelayakan produk, menyusun model bisnis, serta mempersiapkan usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Melalui dukungan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada tahap memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menerapkan gagasan menjadi kegiatan usaha yang nyata. Pendampingan, pelatihan, penguatan jaringan, dan akses terhadap informasi usaha merupakan bagian yang dapat membantu mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi wirausaha muda.

Kehadiran inkubator bisnis di lingkungan perguruan tinggi juga membuka peluang kerja sama antara mahasiswa, dosen, pelaku UMKM, dan berbagai pihak yang berkaitan dengan pengembangan usaha. Kolaborasi ini penting agar ide-ide kreatif mahasiswa dapat memperoleh masukan, diuji berdasarkan kebutuhan pasar, dan dikembangkan sesuai dengan kemampuan serta potensi yang dimiliki.

Melalui kegiatan Sapa UMKM, semangat membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus diharapkan semakin kuat. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga dapat mendorong lahirnya lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Partisipasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pontianak dan Kubu Raya menunjukkan pentingnya ruang belajar bersama dalam mengembangkan wawasan kewirausahaan. Mahasiswa dari berbagai program studi memiliki peluang untuk bertukar pengalaman, memperluas jaringan, serta memperoleh inspirasi dari praktik usaha yang berkembang di masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk mulai merintis usaha, baik secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan rekan mahasiswa. Gagasan usaha yang dikembangkan dapat berangkat dari potensi daerah, kebutuhan masyarakat, pemanfaatan teknologi digital, maupun pengembangan produk lokal yang memiliki nilai tambah.

Di tengah perubahan pola konsumsi dan persaingan usaha, mahasiswa juga perlu memahami pentingnya kemampuan beradaptasi. Kreativitas dalam mengembangkan produk, ketepatan menentukan sasaran pasar, pengelolaan modal, pelayanan kepada konsumen, dan pemanfaatan teknologi merupakan beberapa kemampuan yang perlu terus diasah.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu melihat tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan mengembangkan usaha. Semangat kewirausahaan juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui terciptanya usaha baru, perluasan kesempatan kerja, dan peningkatan nilai ekonomi produk lokal.

Dukungan Kementerian UMKM terhadap kegiatan Sapa UMKM menjadi bagian penting dalam upaya mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan pengembangan usaha. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, inkubator bisnis, dan pelaku UMKM diperlukan agar pengembangan kewirausahaan mahasiswa tidak hanya berlangsung melalui kegiatan seminar atau pertemuan sesaat, tetapi dapat berlanjut menjadi program pembinaan yang terarah.

Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti pelatihan, pendampingan usaha, pengembangan produk, serta kegiatan yang mempertemukan wirausaha muda dengan pelaku UMKM yang telah berpengalaman.

Bagi Kalimantan Barat, penguatan kewirausahaan generasi muda memiliki arti penting dalam memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi. Mahasiswa dapat mengambil peran melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal, inovasi produk, pemanfaatan pemasaran digital, dan pengelolaan usaha yang lebih baik.

Melalui Sapa UMKM yang diselenggarakan di UNTAN pada 26 Oktober 2026, diharapkan tumbuh semangat kolaborasi dan keberanian berwirausaha di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pengembangan UMKM membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi sebagai tempat tumbuhnya pengetahuan, gagasan, dan calon wirausaha masa depan.

Pencapaian ini menjadi kebahagiaan tersendiri sekaligus momen berkesan dalam keikutsertaan mahasiswa pada kegiatan tersebut. Semoga hadiah yang diperoleh dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan potensi diri.

Melalui kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan, Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen UNU Kalbar berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk menjadi generasi muda yang kreatif, inovatif, mandiri, dan memiliki semangat kewirausahaan. (*/Amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed