by

Gara-gara Balon, Kadishub Sambas Bantah Dugaan Penganiayaan dan Pelecehan Profesi Kepada Pengacara

Sambas, Media Kalbar – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas, Jalil Muhammad langsung kaget dan membuat klarifikasi terkait tudingan yang datang kepadanya begitu mendengar kabar bahwa dirinya dilaporkan ke Polisi atas dugaan penganiayaan dan pelecehan profesi kepada seorang ADVOKAT-Pengacara di Kabupaten Sambas.

Kadishub Jalil menjelaskan kronologis kejadian yang sebenarnya terkait dugaan penganiayaan yang melibatkan dirinya sebagai Kadis Perhubungan Kabupaten Sambas perlu diluruskan biar tidak menjadi simpang siur seolah saya yang melakukan penganiayaan.”jelasnya Sabtu (11/2/2023)

“karena pemberitaan dibeberapa media online yang mengatakan saya melakukan penganiayaan tidak lah benar sama sekali.”jelasnya lagi

Jalil juga mengungkapkan kronologis kejadian sebenarnya seperti ini,”Sekira pukul 17.30 saya dibonceng istri saya pulang dari membeli Batu 2/3 untuk kebutuhan merehap rumah saya menggunakan sepeda Motor.”ungkapnya

“Setibanya di belakang jalan Cemara menuju Rumah saya Batu yang kami bawa Tumpah sehingga isteri saya memberhentikan Sepeda Motor dan saya turun hendak memungut batu,”tambahnya

Jalil juga mengatakan tiba-tiba dari kejauhan saudara Habibi berlari sambil Berteriak,”woiii kearah saya, entah apa maksud teriyakan itu pun saya tidak tau maksudnya,”katanya

“Setelah saudara habibi mendekati saya dan seketika itu saudara Habibi menarik baju saya sambil Mengajungkan jari telunjuk dan mengatakan, baru jadi Kadis perhubungan sudah kerawak bahasa daerah artinya Sombong.”katanya lagi

Namun Jalil juga mengatakan bahwa dirinya juga berusaha melepaskan cengkraman pada bajunya dan Menepis tangannya yang menunjuk-nunjuk kearah dirinya tepat didepan nya.

“Kemudian terjadi Pertengkaran antara saya dan saudara habibi, dalam pertengkaran terjadi saya tanya, ada apa ini, lalu saudara habibi menjawab hebat benar kau mau menghentikan permainan Balon dan saya jawab tidak ada izin Lokasi untuk permainan itu,”katanya

“Lagi pula tempat tersebut hendak disimpan material untuk pekerjaan peningkatan pembangunan terminal.”tambahnya

Kadishub Jalil juga menyampaikan kepada saudara habibi, bahwa dirinya selaku Kadis Perhubungan pengelola aset terminal, bahwa tempat permainan tersebut dipastikan belum ada mengantongi izin. Baik secara tertulis maupun secara lisan, untuk penggunaan lokasi terminal.

“Karena panitia penyelenggara tidak pernah berkoordinasi kepada Dinas Perhubungan untuk melaksanakan acara di terminal.”ujarnya

“Saudara habibi Terus menunjuk-nunjuk Saya dan mendorong saya. Sambil berkata kembali mengatakan bahwa saya baru jadi Kadis saja sudah Sombong.”ujarnya lagi

Jalil juga mengatakan kemudian saudara Habibi menantang dirinya Untuk Menghentikan permainan. “Lalu saya jawab, Mana pemilik permainan, sambil menuju Lokasi permainan. Saya berjalan menuju lokasi dan saudara Habibi terus mengejar dan mendorong saya. Bahkan saudara habibi dari belakang hendak memukul saya dan tiba-tiba ada seseorang yang berusaha menghalangi tindakan habibi yang hendak menyerang saya.”kata Kadishub Sambas, Jalil Muhammad

“Kemudian datang pemilik balon menghampiri saya dan saya sampaikan bang besok permainan jangan d lokasi ini karena hendak di bangun. Tapi saudara Habibi terus Mengancam saya dengan telunjuk dan menyampaikan kata-kata baru jadi Kadis saja sudah krewak (sombong).”tambahnya lagi

Lebih jauhnya lagi Kadishub Sambas, Jalil mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung kegiatan hiburan di pentas, dikarnakan tidak mengganggu pekerjaan pembangunan Terminal.

“Lalu saudara habibi mengatakan kalau Berani kau hentikan panggung disana. lalu saya menjawab, saya sangat mendukung kegiatan hiburan di pentas sana, karena Tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan pembangunan Terminal,”katanya

Lalu kemudian dirinya diantar pulang oleh masyarakat untuk kembali ke rumah. Setelah Beberapa jam kejadian sekitar pukul 20.00 malam kamis, Kadishub Sambas, Jalil Muhammad langsung ke Polsek Pemangkat untuk melaporkan saudara Habibi yang telah berencana melakukan percobaan penganiyaan, serta Melakukan Penghinaan terhadap jabatan dan Kehormatan terhadap dirinya serta melakukan hal yang tidak menyenangkan dan menyerang kehormatan istrinya. Selaku perempuan karena disaat kejadian saudara habibi meneriakinya di dekat istrinya.

“Jadi saya perlu luruskan bahwa saya tidak pernah menyerang atau menghampiri saudara habibi dahulu tetapi saudara habibi lah yang melakukan dan menghampiri saya sambil teriak-teriak sesuai dengan kronologis yang saya jelaskan dan kasus ini akan saya bawa ke proses hukum sampai pengadilan.”pungkasnya (Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed