Sambas, MEDIA KALBAR – Gerakan Muda Pengawas Kebijakan Kabupaten Sambas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencermati berbagai isu daerah secara bijak, terbuka, dan tidak saling menyudutkan. Beragam persoalan yang muncul dinilai perlu disikapi sebagai bagian dari proses membangun daerah agar semakin baik ke depan.
Ketua Gerakan Muda Pengawas Kebijakan Kabupaten Sambas, Wahyudi, mengatakan setiap daerah tentu memiliki tantangan yang perlu diselesaikan bersama. Menurut dia, isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat sebaiknya menjadi bahan evaluasi, bukan justru memicu perpecahan.
“Pada dasarnya, setiap persoalan daerah harus dilihat secara utuh. Jangan langsung saling menyalahkan. Yang paling penting adalah bagaimana semua pihak bisa duduk bersama, memahami masalahnya, lalu mencari solusi yang terbaik untuk masyarakat,” kata Wahyudi, Kamis (23/4/2026).
Ia menilai Kabupaten Sambas memiliki banyak potensi yang bisa terus dikembangkan. Namun di saat yang sama, berbagai masukan dari masyarakat juga perlu didengar agar arah pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Menurut Wahyudi, persoalan seperti pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga ruang partisipasi anak muda perlu menjadi perhatian bersama. Semua itu, kata dia, membutuhkan komunikasi yang sehat dan kerja sama yang baik antarpihak.
“Kalau ada masukan dari masyarakat, itu perlu dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah. Sebaliknya, upaya pembangunan yang sudah berjalan juga patut diapresiasi. Jadi harus seimbang, ada kritik yang membangun dan ada semangat untuk bersama-sama memperbaiki,” ujarnya.
Wahyudi menegaskan Gerakan Muda Pengawas Kebijakan hadir bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan mendorong tumbuhnya budaya pengawasan yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab. Ia berharap semua pihak bisa mengedepankan dialog dalam menyikapi isu-isu yang berkembang di Kabupaten Sambas.
“Kami ingin mendorong agar setiap isu daerah dibahas dengan kepala dingin. Sambas ini milik bersama, sehingga apa pun tantangannya harus dihadapi dengan semangat kebersamaan, bukan dengan saling menjatuhkan,” tegasnya.
Ia juga berharap generasi muda di Sambas dapat mengambil peran lebih besar dalam mengawal pembangunan daerah. Menurutnya, anak muda tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi juga perlu ikut memberi gagasan, masukan, dan energi positif bagi kemajuan daerah.
“Anak muda harus ikut ambil bagian. Bukan sekadar mengkritik, tapi juga ikut memberi solusi. Dengan begitu, pembangunan daerah akan lebih kuat karena ada partisipasi dari semua unsur masyarakat,” tutup Wahyudi.








Comment