PONTIANAK, Media Kalbar – General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik yang terjadi di Kalbar sejak 2 Juli lalu.

Hal itu disampaikannya dalam acara silaturahmi dan dialog bersama ormas di Aula UP3 PLN Pontianak, Selasa (7/7/2026).
“Kami PLN meminta maaf dengan adanya pemadaman sejak 2 Juli lalu. Kondisi ini di luar prediksi kami, kami berusaha keras untuk memulihkan kembali,” kata Maria Goretti Indrawati Gunawan.
Penyebab Murni Teknis dan Emergensi
Maria menjelaskan penyebab utama pemadaman adalah gangguan pada salah satu pembangkit terbesar berkapasitas 100 MW yang mengalami kebocoran pipa. Pembangkit tersebut terpaksa berhenti sementara untuk perbaikan.
Selain itu, beberapa pembangkit lain juga tengah menjalani pemeliharaan. Masa pemeliharaan itu pun dipercepat agar pasokan bisa segera pulih.
“Hingga hari ini perbaikan sudah 55%, diperkirakan 11 Juli sudah bisa beroperasi lagi. Tidak ada hubungan dengan batu bara, stok batu bara di PLN kami aman tidak ada masalah,” ujarnya.
Ia berkomitmen kepada seluruh peserta dialog bahwa pada 11 Juli 2026 kondisi kelistrikan di Kalbar akan kembali normal.

Ormas Tanyakan Kompensasi
Dalam dialog tersebut, sejumlah ormas mempertanyakan adanya kompensasi bagi masyarakat atas kerugian akibat pemadaman.
Menanggapi hal itu, GM PLN UID Kalbar mengaku masih melakukan inventarisasi untuk memastikan apakah pemadaman tersebut benar murni karena kendala dari PLN atau faktor lain.
“Beri waktu kami untuk memulihkan kondisi ini dan normal kembali,” pungkasnya. (Amad)











Comment