by

Harga Bapok di Sambas Stabil, Daging Ayam Ras Turun 4,44%

Sambas, Media Kalbar – Harga sejumlah barang kebutuhan pokok di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terpantau relatif stabil. Berdasarkan Kertas Kerja Pemantauan Harga Eceran Barang Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan melalui SP2KP, pemantauan dilakukan di Pasar Pagi Jagur Sambas pada Jumat, 26 Juni 2026.

Dari 19 komoditas yang dipantau, mayoritas harga tidak mengalami perubahan dibandingkan pemantauan sebelumnya. Satu komoditas tercatat mengalami penurunan, yakni daging ayam ras.

Harga daging ayam ras turun dari Rp45.000 menjadi Rp43.000 per kilogram, atau melemah 4,44%. Penurunan ini menjadi satu-satunya perubahan harga dalam daftar pemantauan hari tersebut.

Sementara itu, harga beras premium masih bertahan di level Rp18.500 per kilogram. Beras medium berada di harga Rp15.667 per kilogram, sedangkan beras lokal stabil di Rp14.000 per kilogram.

Untuk komoditas minyak goreng, minyak goreng curah tercatat stabil di Rp23.000 per kilogram. MinyaKita berada di harga Rp15.700 per liter, sementara minyak goreng premium masih di Rp25.667 per liter.

Komoditas lain seperti gula pasir curah juga tidak bergerak, tetap di harga Rp19.000 per kilogram. Kedelai stabil di Rp13.000 per kilogram, sedangkan daging sapi masih berada di angka Rp170.000 per kilogram.

Pada kelompok cabai, harga cabai merah besar tercatat Rp50.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp55.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp60.000 per kilogram. Seluruhnya terpantau stabil.

Harga bawang merah juga tidak mengalami perubahan, berada di Rp48.667 per kilogram. Bawang putih stabil di Rp38.000 per kilogram, sedangkan bawang bombay berada di Rp25.000 per kilogram.

Untuk komoditas perikanan, ikan segar kembung terpantau stabil di Rp40.000 per kilogram, sementara ikan segar tongkol berada di Rp45.000 per kilogram.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Pagi Jagur Sambas pada 26 Juni 2026 secara umum masih terkendali. Stabilitas harga mayoritas komoditas menunjukkan pasokan di pasar relatif aman, meski pemerintah tetap perlu menjaga pemantauan rutin agar gejolak harga dapat diantisipasi lebih cepat.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed