Sanggau, Media Kalbar
Kasus pembunuhan yang menghebohkan masyarakat beberapa waktu lalu diduga terkait dengan judi online. Namun, apakah dugaan ini benar adanya atau hanya spekulasi semata? Sebagai LBH AHAVAH Yang Menjdi kuasa hukum keluarga korban inisial M yang telah di bunuh kami telah mengikuti perkembangan kasus ini dengan sangat dekat.
“Setelah melakukan pendampingan terhadap keluarga korban, kami menunggu hasil investigasi yang menyeluruh dari pihak berwajib. Kami berharap hasil investigasi ini dapat memberikan kejelasan tentang motif sebenarnya di balik kasus pembunuhan ini,” Ucap, Direktur LBH AHAVAH Denny Nafi & didampingi Ketua advokat RADIAMAN PURBA. SH di Sanggau, Senin (12/1).
“Sebagai kuasa hukum, kami bukan hanya mendampingi keluarga korban, tetapi juga memastikan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Kami mendesak pihak berwajib untuk memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada publik tentang hasil investigasi,” ujarnya.
Ia Berharap APH transparan dalam kasus ini, “apapun motif nya silahkan di ungkap tetapi kami mengharap keseriusan profesional tidak berpihak dan terhindar dari tekanan manapun, karena sudah hilangkan nyawa seseorang apapun yang terjadi pelaku harus menerima konsekuensi. Jangan sampai kasus ini di ubah dari Pembunuhan Berencana menjadi pembunuhan biasa karena hak-hak hukum dari Pihak korban harus mendapatkan keadilan,” tuturnya.
Jika memang terbukti bahwa judi online menjadi pemicu kasus pembunuhan ini, maka kita semua harus waspada dan berhati-hati. “Judi online telah menjadi ancaman serius bagi masyarakat, dan sudah saatnya kita mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini” tandasnya.
Kita tunggu hasil investigasi yang menyeluruh dan transparan. Kejelasan dan keadilan adalah hak keluarga korban dan masyarakat luas. “Kami akan terus mendampingi keluarga korban dan memastikan bahwa hak-hak mereka dipenuhi,” pungkasnya. (*/Amad)











Comment