Pontianak, Media Kalbar – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui SubhHolding PTPN IV PalmCo terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat. Hingga Semester I Tahun 2026, pelaksanaan Program PSR yang didampingi PTPN IV Regional V telah mencapai sekitar 50 persen dari target tahun 2026 seluas 4.800 hektare.
Capaian tersebut merupakan hasil pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan kepada petani dan kelembagaan pekebun pada seluruh tahapan pelaksanaan program. Dari target yang ditetapkan, pendataan luasan petani dan koperasi telah mencapai 2.667 hektare, pengambilan titik koordinat 2.923 hektare, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan verifikasi dokumen sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 3 Tahun 2022 masing-masing seluas 2.741 hektare.
Selanjutnya, pengajuan melalui Portal PSR Online telah mencapai 2.601 hektare, sementara tahapan verifikasi dokumen, verifikasi lapangan, penerbitan rekomendasi teknis (Rekomtek), hingga pencairan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) masing-masing telah terealisasi seluas 2.268 hektare.
Group Manager Distrik Petani Mitra PTPN IV Regional V, Arry Asnawi, mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung program strategis pemerintah untuk mempercepat peremajaan kebun sawit rakyat yang telah memasuki usia tidak produktif.
“PTPN IV Regional V terus melakukan pendampingan secara menyeluruh mulai dari proses pendataan, pemenuhan persyaratan administrasi, hingga pencairan dana agar pelaksanaan Program PSR berjalan tepat waktu dan sesuai ketentuan,” ujar Arry.
Menurut Arry, perusahaan terus mengoptimalkan berbagai langkah strategis guna mempercepat pencapaian target PSR tahun 2026, di antaranya memperkuat koordinasi dengan Unit Kemitraan dalam pembaruan dokumen offtaker, mempercepat penyelesaian dokumen administrasi, serta meningkatkan sosialisasi dan pendampingan kepada pemerintah desa, koperasi, kelompok tani, dan pekebun agar pengajuan program dapat segera diproses melalui Portal PSR Online.
Berdasarkan pemetaan yang telah dilakukan, potensi Program PSR yang akan difasilitasi PTPN IV Regional V sepanjang tahun 2026 mencapai 4.800 hektare, terdiri atas 1.382 hektare melalui jalur kemitraan dan 3.418 hektare melalui skema offtaker. Di Kalimantan Barat, potensi mencapai 3.274 hektare, sedangkan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan mencapai 1.526 hektare.
Sementara itu, Kepala Bidang Kemitraan dan Kelembagaan Distrik Petani Mitra PTPN IV Regional V, Jefri Fransius Girsang, menjelaskan bahwa perusahaan mengoptimalkan dua skema pelaksanaan Program PSR, yakni jalur kemitraan dan skema offtaker.
“Melalui jalur kemitraan, PTPN IV Regional V memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada petani, mulai dari identifikasi calon peserta, pemenuhan persyaratan administrasi, hingga pelaksanaan peremajaan kebun. Sementara pada skema offtaker, perusahaan berperan sebagai mitra yang menampung hasil Tandan Buah Segar (TBS) pekebun setelah tanaman menghasilkan. Skema ini tidak hanya memberikan kepastian pasar bagi pekebun, tetapi juga memperkuat hubungan kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan antara perusahaan dan petani,” jelas Jefri.
Selain mengoptimalkan pendampingan, PTPN IV Regional V juga terus melakukan berbagai langkah untuk mengatasi tantangan pelaksanaan PSR di lapangan, antara lain melalui pembentukan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) pada wilayah yang koperasinya tidak aktif, sosialisasi secara intensif bersama pemerintah desa dan instansi terkait, pendampingan penyelesaian persyaratan administrasi, serta penyediaan tenaga ukur untuk proses pemetaan dan pengambilan titik koordinat lahan.
Sebagai bagian dari transformasi Holding Perkebunan Nusantara, Program PSR menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat produktivitas perkebunan rakyat sekaligus mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit nasional. Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), pemerintah daerah, koperasi, dan para pekebun, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V optimistis target Program PSR Tahun 2026 dapat tercapai.
Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan, mempercepat penyelesaian setiap tahapan program, serta menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan guna meningkatkan produktivitas kebun rakyat, memperkuat daya saing industri sawit nasional, dan mendorong peningkatan kesejahteraan pekebun. (Mbis/MK)











Comment