Pontianak, Media Kalbar
Hari ini Ria Norsan Gubernur Kalbar melantik 26 Pejabat Eselon II di lingkungan Pemprov Kalbar tanpa dihadiri Krisantus Kurniawan Wakil Gubernur Kalbar adalah merupakan cambuk introsfeksi diri bagi Ria Norsan selaku Gubernur Kalbar maupun Krisantus Kurniawan selaku Wakil Gubernur Kalbar yang sempat mengetuk hati dan pikiran masyarakat Kalbar.
Menurut Ibrahim Myh selaku Koordinator Relawan Gerak Cepat (RGC) Empat Zona Perbatasan, Paslon No 2 Ria Norsan – Krisantus Kurniawan, NKRI pada Pilgub 2024 lalu, bahwa hal tersebut merupakan suatu hal yang bisa – bisa saja bilamana terjadi diskomunikasi dikarenakan pasangan tersebut masih grogi baru memulai menjabat selaku Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tentu masih gelagapan cara memimpin serta pengelolaan Pemprov Kalbar adalah merupakan suatu hal yang wajar.
Dalam hal tersebut, Ibrahim Myh menghimbau kepada Ria Norsan selaku Gubernur Kalbar dan Krisantus Kurniawan selaku Wakil Gubernur Kalbar hendaknya bisa membangun kerjasama yang baik, efektif antara sesama Kepala Daerah dan bawahan tentu memerlukan pendekatan strategis yang berfokus pada Komunikasi, Visi Bersama, dan Mekanisme Koordinasi yang jelas.
Sehingga pelayanan pemerintah yang baik adalah peyanan publik yang cepat, mudah, transparan akuntabel dan berkeadilan untuk memenuhi keperluan masyarakat mencakup pelayanan yang responsif good governance dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Perlu menjadi perhatian, konsep good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik, mengacu pada penyelenggaraan pemerintahan yang harus menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan supermasi hukum untuk memberikan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat secara menyeluruh dan terintegrasi sesuai dengan multi dimensi sosbud yang mengacu tetap tegaknya NKRI, Pancasila dan UUD 1945 tanpa kecuali.
“Adapun mengenai telah viralnya beberapa postigan singkat dari rasa kekesalan Bapak Krisantus Kurniawan selaku Wakil Gubernur Kalbar, atas tidak diikut sertakan dalam menentukan Eselon II di lingkungan Pemprov Kalbar oleh Bapak Ria Norsan Gubernur Kalbar, semoga ke depan tak terulang kembali. Artiannya, “Biduk berlalu piambang bertaut”, ungkap Ibrahim MYH yang berharap Kalbar tetap harmonis. (Amad)











Comment