by

ICDN Kalbar Dukung Program Kejati Tingkatkan IPM Melalui Pendidikan Paket C dan Pelatihan Keterampilan

Pontianak, Media Kalbar

Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) DPW Kalimantan Barat menyatakan dukungan penuh terhadap program Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Barat melalui program pendidikan bagi anak-anak yang putus sekolah.

‎Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara pengurus Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) DPW Kalbar dengan pihak Kejati Kalbar pada Senin (9/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Kajati Kalbar diwakili oleh Asisten Intelijen (Asintel) Yadi Rachmat Sunaryadi, SH., M.H, serta Kasi 2 Kejati Kalbar Rudy Astanto, SH., M.H.

‎Pertemuan tersebut bertujuan untuk menginformasikan rencana program kerja sama antara Kejati Kalbar dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terkait pelaksanaan kegiatan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM).

‎ Dalam program ini, Kejati Kalbar akan melibatkan ICDN Kalbar untuk melakukan pendataan terhadap anak-anak yang putus sekolah akibat kesulitan ekonomi namun masih memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan.

‎Melalui program tersebut, para peserta nantinya akan difasilitasi mengikuti pendidikan Paket C serta pelatihan keterampilan atau keahlian. Diharapkan, anak-anak yang mengikuti program ini dapat menyelesaikan pendidikan setara SMA dan memiliki bekal keterampilan untuk bekerja di berbagai perusahaan yang ada di Kalimantan Barat.

‎Salah satu indikator penting dalam peningkatan IPM adalah lamanya masa pendidikan. Pemerintah menargetkan rata-rata lama sekolah minimal 12 tahun atau setara dengan lulusan SMA.
‎Ketua DPW ICDN Kalbar, Heri Saman, SH., MH menyambut positif program tersebut dan menyatakan dukungan penuh dari ICDN Kalbar.

‎“Terima kasih kepada Kejati Kalbar yang telah melibatkan kami. ICDN memang fokus pada peningkatan sumber daya manusia di Kalimantan Barat, sehingga program ini sangat sejalan dengan visi kami,” ujar Heri Saman.

‎Sementara itu, menurut Asintel Kejati Kalbar, Yadi Rachmat Sunaryadi, program ini akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, serta lembaga PKBM dengan melibatkan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalbar.

‎Ketua Harian DPW ICDN Kalbar, Martinus Beltra, SE., M.Si yang didampingi oleh jajaran bidang pendidikan ICDN Kalbar seperti Dr.E.Maran, SE.MM, Dr.Herwinesastra, Emmy Oevang, S.Sos, dan Teguh, menyampaikan rasa syukur atas perhatian Kejati Kalbar terhadap peningkatan IPM di Kalimantan Barat yang saat ini masih tergolong rendah.

‎Menurut data statistik terbaru, IPM Kalimantan Barat masih berada di kisaran 70 persen.
‎Martinus juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menginformasikan program ini kepada pengurus DPD ICDN di seluruh kabupaten/kota di Kalbar agar dapat melakukan pendataan terhadap anak-anak yang putus sekolah akibat kendala ekonomi untuk kemudian diikutsertakan dalam program pendidikan dan pelatihan tersebut.

‎Sementara itu, pihak Kejati Kalbar menyebutkan bahwa program ini direncanakan akan diluncurkan setelah Hari Raya Idulfitri dan direncanakan berlangsung di Mempawah.

‎Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Barat. (Mk/Ismail)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed