SAMBAS, MEDIA KALBAR – Tak hanya menyemarakkan program nasional, penanaman jagung serentak di Desa Sabung, Kecamatan Subah, membuka peluang ekonomi baru di tengah masyarakat. Jagung bukan lagi sekadar pakan ternak, tetapi mulai dilirik sebagai pangan alternatif yang sehat dan bernilai jual tinggi.
Eko Suryono, Koordinator Penyuluh BPP Subah, menjelaskan bahwa penanaman serentak di seluruh desa Subah melibatkan semua elemen masyarakat: dari petani, kelompok PKK, hingga gabungan kelompok tani (Gapoktan).
“Jagung bukan cuma untuk pakan. Di Sabung, olahan jagung sudah berkembang: ada dodol jagung, nasi jagung, camilan, bahkan produk untuk penderita diabetes,” ungkap Eko. Kamis(7/8/2025)
Wilayah Subah dikenal sebagai sentra peternak kambing, sehingga ketersediaan pupuk kandang alami sangat mendukung pertanian jagung secara organik. Namun, tantangan tetap ada.
Sabung termasuk wilayah rawan banjir yang bisa terjadi lima kali dalam setahun, sehingga ketahanan pangan lokal menjadi kunci penting.
Kapolsek Subah dan masyarakat bergotong royong merawat tanaman bersama. Antusiasme masyarakat juga tercermin dari kesediaan menanam lebih dari target satu hektare di beberapa desa.
“Semangat masyarakat luar biasa. Dari 13 desa di Subah, 12 sudah tanam lebih awal, dan hari ini giliran Desa Sabung,” ujar Camat Subah, Rita Ahiy.
Dengan potensi lima ton per hektare, jagung bisa menjadi penggerak ekonomi baru di Sambas, baik untuk pangan, pakan, maupun olahan kreatif masyarakat.(Rai)








Comment