by

Jalan Bergelombang dan Becek, Perawatan PT MPE Disorot: Warga Bandingkan dengan PT Agro–BSL

Sekadau, Media Kalbar

Kondisi ruas jalan dari Simpang Kayu Lapis hingga Kilometer (KM) 9 dikeluhkan warga dan pengguna jalan karena rusak, bergelombang, serta becek saat hujan. Lemahnya perawatan oleh PT MPE menjadi sorotan, terlebih setelah dibandingkan dengan kualitas penanganan jalan oleh PT Agro dan BSL pada ruas berbeda yang dinilai jauh lebih baik.

Kerusakan berupa gelombang, lubang, dan kubangan lumpur ditemukan hampir di sepanjang ruas Simpang Kayu Lapis hingga KM 9. Kondisi ini dinilai menghambat mobilitas masyarakat serta aktivitas kendaraan operasional perusahaan. Sebaliknya, ruas jalan dari KM 9 hingga KM 17 yang dirawat PT Agro dan BSL dilaporkan dalam kondisi relatif baik—lebih rata, rapi, dan nyaman dilalui.

Ruas jalan tersebut berada di wilayah Kabupaten Melawi dan menjadi jalur vital penghubung aktivitas warga serta distribusi logistik perusahaan. Namun dalam beberapa waktu terakhir, kondisi jalan di wilayah tanggung jawab PT MPE terus memburuk dan belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Warga menilai metode perawatan yang dilakukan PT MPE tidak maksimal. Perbaikan disebut lebih sering dilakukan secara manual tanpa dukungan alat berat seperti grader. Penimbunan material batu juga dinilai tidak merata, sehingga permukaan jalan tetap bergelombang. Selain itu, sistem drainase di sepanjang jalan disebut tidak tertata dengan baik, menyebabkan genangan air yang memperparah kerusakan saat hujan.

Berbeda dengan itu, PT Agro dan BSL dinilai menerapkan metode perawatan yang lebih profesional. Keduanya menggunakan alat berat untuk meratakan badan jalan dan hanya menambahkan material batu pada titik-titik yang mengalami kerusakan parah. Hasilnya, ruas jalan yang mereka tangani terlihat lebih stabil dan aman dilalui.

Salah satu pengguna jalan mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. “Kalau dibandingkan dengan jalan yang dirawat Agro, perbedaannya sangat jelas. Di sana lebih mulus dan rapi. Sementara di wilayah MPE, masih banyak gelombang dan terkesan dikerjakan seadanya,” ujarnya.

Masyarakat berharap PT MPE segera melakukan evaluasi menyeluruh dan meningkatkan kualitas perawatan jalan dengan metode yang lebih efektif. Penggunaan alat berat secara optimal serta penataan drainase yang baik dinilai menjadi langkah penting untuk memperbaiki kondisi jalan. Mengingat fungsi jalan sebagai akses utama, perbaikan infrastruktur dinilai mendesak demi keselamatan pengguna dan kelancaran aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. (*/MK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed