JAKARTA, Media Kalbar
Ketua Umum Organisasi Kaukus muda Anti Korupsi, Joko Priyoski menegaskan pernyataan dari saksi merupakan bagian dari satu alat bukti. Joko meminta KPK segera melakukan penahanan terhadap Ahmad Dedi dan mencekal untuk ke luar negeri.
“Dari pertanyaan Jaksa penuntut umum dan pernyataan dari saksi-saksi seharusnya KPK segera bertindak tegas dengan menangkap Ahmad Dedi dan mengeluarkan surat pencekalan agar tidak kabur ke luar negeri,” kata Joko Priyoski kepada wartawan, Rabu, 3 Juni.
Joko juga menyebutkan dengan memberikan inisial D saja, itu artinya berusaha mengaburkan identitas aslinya yang bernama lengkap Ahmad Dedi.
“Inisial D dengan satu huruf itu apalagi jika bukan bermaksud untuk mengaburkan identitas aslinya yang bernama Ahmad Dedi. KPK harus tegas dan tunjukkan taringnya sebagai lembaga antirasuah saat di era pendirinya,” kata Joko.
Sebelumnya diberitakan Jaksa penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M. Takdir mulanya menunjukkan bukti chat antara John Field dengan saksi Vini Liverie Vi, pegawai Blueray Cargo.
“‘Ko John, ini Pak D 5 miliar fix 13.500’. Bener ini, Bu, ya?” kata jaksa bertanya saat sidang Rabu malam, 20 Mei 2026. Pertanyaan jaksa itu dibenarkan Vini meski ia tidak mengetahui sosok sesungguhnya inisial D itu merujuk ke siapa.
Jaksa KPK kemudian menanyakan hal yang sama kepada saksi Indra Setiawan Putra yang merupakan pegawai dari Blueray yang mencatat pemberian uang kepada pihak Ditjen Bea Cukai. Indra menjelaskan, pemberian tersebut berlangsung sejak Juli 2025 hingga Januari 2026.
“Total biaya bonus Juli 2025 sampai Januari 2026 Rp 61.301.939.000?” tanya jaksa KPK.
Indra menjawab lagi: “karena pas panggilan pertama, saya tahunya hanya bonus total sekian. Setelah itu panggilan kedua, setelah diskusi dengan Bu Vini, dikasih tahu kalau ada perbedaan. Ada tambahan pemberian ke orang lain tiap bulannya.”
Jaksa KPK bertanya lagi: “yang tadi inisial D Rp 5 miliar tiap bulan? Jadi Rp 5 miliar dikali 6 bulan, Rp 30 miliar?”
“Iya, betul,” jawab Indra.
Jaksa KPK kemudian meminta saksi Yohanes Setiawan selaku asisten pribadi John Field untuk mengidentifikasi inisial D. “Nah, kemudian tadi yang disinggung tentang inisial D. Ini, yang saksi temui, Ahmad Dedi?”
“Jujur, saya gak pernah ketemu beliau langsung. Yang bertemu hanya Pak John,” jawab Yohanes. Pertemuan itu berlangsung di restoran AB Steak Senayan City.
Jaksa kembali bertanya, “nah, itu bagaimana sampai saksi bisa tahu?”
“Ketika saya bayar bill, saya tanya ‘ketemu siapa, Ko?’. ‘Pak Dedi’ gitu,” jawab Yohanes. (*/MK)








Comment