Jakarta, Media Kalbar
Ditengah upaya Pemerintah Republik Indonesia untuk penghematan BBM Paska PERANG Iran-Israel/AS Maret 2026, namun PT Agrinas Pangan Nusantara masih tetap mengimport 100.000 – 160.000 Mobil Pick Up dari India Maret 2026.
Hal ini menimbulkan tanda tanya besar, ditengah terpaan dan hujatan publik, mengapa proyek Import mobil yang diperuntukkan sebagai Operasional Koperasi Merah Putih (KMP) tersebut tetap saja berjalan.
Atas dasar itulah, Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) mennduga kuat ada indikasi dugaan korupsi berupa Mark Up harga pembelian mobil tersebut.
“Pertanyaannya, mengapa bukan Mobil Listrik produksi Dalam negeri yang diambil ?? Kan semua Desa di Negeri ini sudah teraliri Listrik, sehingga kalau beli Mobil Listrik akan jauh lebih hemat !!!” ujar Joko Priyoski Ketua Umum DPP KAMAKSI, (10/4/2026).
“Coba saja kita kalkulasikan, jika mulai April 2026 100.000 unit Pick Up tersebut beroperasi dengan menghabiskan 5 liter saja perhari BBM, maka 500.000 Liter Bensin akan terpakai setiap hari, sebulan 15.000.000 Liter. Wow, cukup fantastis untuk menguras BBM Subsidi !!” lanjut Jojo panggilan Akrab aktivis penggiat anti korupsi tersebut.
“Pembelian mobil Bensin memang jauh lebih murah namun biaya operasional BBM nya jika dikalkulasikan akan jauh lebih mahal, dan kalaupun mau beli Mobil Bensin juga, kan produksi dalam negeri cukup banyak merk terkenal”, imbuhnya.
“Makanya kami akan segera mendatangi Pimpinan KPK RI meminta agar KPK sebagai Lembaga Anti Rasuah segera memeriksa PT Agrinas Pangan Nusantara atas masalah ini yang telah menjadi polemik di publik. Kuat dugaan kami pasti ada yang diuntungkan atas pembelian Mobil ini, dan praktek import seperti ini disinyalir sudah biasa dilakukan oknum-oknum instansi demi meraup keuntungan dari perusahaan mobil”, Pungkas Mantan Pengurus DPP KNPI ini. (*/Amad)










Comment